Pramono: Penambalan Jalan Berlubang Jakarta Dilakukan Secara Masif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 13:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggencarkan penambalan jalan berlubang di berbagai wilayah Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa perbaikan jalan saat ini dilakukan secara masif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ribuan titik jalan berlubang yang sebelumnya terdata kini telah ditangani secara bertahap oleh jajaran terkait.

"Jadi sekarang ini penambalan itu dilakukan secara massif," ucapnya ditemui di kawasan Jakarta Barat, Kamis, 12 Februari 2026.

Berdasarkan pendataan pekan lalu, terdapat sekitar 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah dilakukan penambalan oleh petugas di lapangan.

Meski begitu, Pramono mengakui bahwa proses perbaikan jalan belum sepenuhnya meng-cover seluruh wilayah Jakarta. Artinya, masih ada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono Anung Akui Jakarta Kekurangan PJLP Bina Marga

"Bahwa apakah penambalan itu sudah menyelesaikan secara keseluruhan meng-cover Jakarta, saya harus mengatakan belum," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden kecelakaan di flyover Grogol yang diduga dipicu oleh jalan berlubang. Peristiwa itu menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta sekaligus bahan evaluasi untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.

Orang nomor satu di DKI itu kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak ada unsur pembiaran dalam penanganan jalan rusak.

"Sehingga dengan demikian kami meminta kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di Jakarta untuk tempat-tempat tertentu mereka untuk berhati-hati," tutup Pramono Anung.

x|close