Kemendes Buka Peluang Sinergi dengan Masjid Nusantara untuk Perkuat Desa 3T

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 04:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyatakan komitmennya untuk menjalin kerja sama dengan gerakan Masjid Nusantara guna mempercepat pembangunan desa, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menilai penguatan peran masjid sejalan dengan arah pembangunan desa yang tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas sosial masyarakat.

"Republik ini terlalu luas dan masalahnya banyak, dan masalah itu paling banyak juga di desa sekarang,” ujar Mendes Yandri saat menyampaikan sambutan dalam Peluncuran Jelajah Masjid Nusantara di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa. Ia menegaskan bahwa wilayah 3T menjadi perhatian utama Kemendes PDT mengingat daerah tersebut masih menghadapi keterbatasan di bidang pendidikan, ekonomi, hingga fasilitas sosial dasar.

“Perlu kolaboratif seperti ini, terutama 3T tadi. Itu yang mesti kita sentuh dengan kebijakan yang pro-rakyat,” katanya.

Yandri berharap kerja sama dengan Masjid Nusantara nantinya tidak berhenti pada pembangunan sarana ibadah secara fisik. Lebih dari itu, masjid diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga desa.

Ia menyebut sejumlah program yang bisa diintegrasikan dengan aktivitas masjid, seperti pengembangan desa ekspor, desa wisata, hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pendekatan tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Bukan hanya sekadar membangun, melainkan juga bagaimana fungsi dari masjid itu benar-benar hidup di desa,” ujar dia.

Dengan sinergi tersebut, Yandri optimistis masjid dapat menjadi pusat pembentukan karakter sekaligus penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan 3T.

Ia kembali menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara seimbang, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat pembinaan moral, literasi keagamaan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

(Sumber: Antara)

x|close