Mendes: Masjid Desa Harus Jadi Pusat Pemberdayaan dan Penguatan SDM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Feb 2026, 22:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa keberadaan masjid di desa tidak cukup hanya sebatas bangunan fisik. Menurutnya, masjid harus difungsikan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikannya dalam acara Peluncuran Jelajah Masjid Nusantara di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

“Kalau membangun masjid itu nggak terlalu sulit. Kalau ada duitnya, beli semen, beli pasir, suruh tukang jadi masjidnya. Tapi bagaimana isinya? Itu yang penting,” ucap Mendes Yandri.

Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur. Aspek pembinaan moral, literasi keagamaan, serta kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

Menurut Yandri, saat ini masih ada fenomena di sejumlah desa di mana masjid berdiri megah, tetapi kurang terawat dan belum difungsikan secara optimal sebagai pusat aktivitas umat.

Padahal, ia menilai masjid memiliki peran strategis dalam merespons berbagai persoalan sosial yang terjadi di desa, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga pergaulan bebas.

“Masalah itu paling banyak juga sekarang di desa. Jadi, kita bukan hanya memikirkan bangunannya, tapi bagaimana sumber daya manusianya,” kata Mendes.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Desa PDT telah mendorong penguatan literasi keagamaan di tingkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pembentukan ribuan kader untuk mengajarkan Al Quran kepada masyarakat.

Lebih jauh, Yandri meyakini bahwa jika masjid dihidupkan melalui kegiatan produktif yang terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti desa ekspor, desa wisata, maupun desa tematik, maka dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup warga desa.

“Kalau ekonominya bagus, literasinya memadai, saya yakin masjid bisa ramai. Kita kembalikan lagi seperti zaman Rasulullah, dari masjid membangun peradaban,” ujar Mendes Yandri.

Ia pun mengingatkan bahwa pembangunan desa perlu berjalan seimbang antara penguatan ekonomi dan pembinaan karakter agar masyarakat desa semakin berdaya dan sejahtera.

(Sumber: Antara)

x|close