Korban Ledakan Tambang Batu Bara Ilegal Bertambah Menjadi 23 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Ledakan. Ilustrasi Ledakan. ((Antara))

Ntvnews.id, New Delhi -Jumlah korban jiwa akibat ledakan di tambang batu bara ilegal di India terus meningkat. Hingga saat ini, tercatat 23 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Ledakan terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026 waktu setempat di distrik East Jaintia Hills dan menghancurkan lokasi tambang yang dikenal sebagai praktik “tambang lubang tikus”.

"Hari ini kami menemukan empat jenazah lagi. Kami akan melanjutkan operasi penyelamatan lagi besok," ujar pejabat senior distrik Manish Kumar, seperti dikutip AFP, Senin, 9 Februari 2026.

Selain itu, seorang korban luka yang sempat dirawat di rumah sakit juga dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 5 Februari 2026, sehingga total korban tewas kini mencapai 23 orang.

Baca Juga: Donny Oskaria Ungkap Alasan Tambang Emas Martabe Sumut Dikelola Danantara, Bukan MIND ID

Tambang lubang tikus sendiri merupakan lubang vertikal yang digali secara dalam, biasanya di lereng bukit, lalu bercabang menjadi terowongan sempit untuk mengambil batu bara maupun mineral lainnya.

Praktik penambangan tersebut sebenarnya telah dilarang oleh pengadilan lingkungan federal India di negara bagian Meghalaya sejak 2014, menyusul keluhan masyarakat setempat terkait pencemaran sumber air dan ancaman keselamatan jiwa. Namun, aktivitas tambang ilegal itu masih marak dilakukan, khususnya di wilayah East Jaintia Hills.

Kepala kepolisian distrik Vikash Kumar menyebutkan bahwa ledakan kemungkinan dipicu oleh penggunaan dinamit, meski penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

x|close