Prabowo Pamerkan Danantara di WEF 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 22:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di WEF Davos Swis Prabowo Subianto di WEF Davos Swis (Istimewa)

Ntvnews.id, Davos - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Badan Pelaksana Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai instrumen utama investasi nasional. Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kunci dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, Prabowo menjelaskan bahwa Danantara Indonesia resmi diluncurkan pada 25 Februari 2025. Nama Danantara Indonesia mencerminkan energi dan kekuatan masa depan Indonesia. Lembaga tersebut berfungsi sebagai sovereign wealth fund dengan total aset kelolaan mencapai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

"Dengan Danantara Indonesia, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia bukan hanya tanah yang damai dan stabil, tetapi merupakan tanah dengan banyak kesempatan," kata Prabowo.

Baca Juga: Enam Proyek Hilirisasi Dimulai Bulan Ini

Ia menambahkan keyakinannya bahwa perekonomian nasional akan mengalami pertumbuhan yang pesat dan mampu menarik perhatian dunia internasional.

"Sekali lagi saya katakan bahwa saya yakin pertumbuhan ekonomi kita akan sangat signifikan dan mengejutkan banyak orang di dunia," lanjut Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut.

Prabowo Subianto di WEF Davos Swis <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto di WEF Davos Swis (Istimewa)

Prabowo menilai kehadiran Danantara Indonesia membuat posisi Indonesia semakin sejajar dengan para investor global. Lembaga ini dibentuk sebagai sarana pembiayaan bersama bagi pengembangan industri-industri masa depan yang berorientasi jangka panjang.

"Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi secara signifikan. Industri masa depan harus dijalankan dengan baik dan bijaksana," ujar Prabowo.

Lebih jauh, Presiden mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia saat ini mengelola sebanyak 1.044 perusahaan milik negara. Ke depan, jumlah tersebut akan disederhanakan menjadi sekitar 300 perusahaan melalui proses penataan ulang.

"Kami akan melakukan rasionalisasi, kami akan menghilangkan inefisiensi, kami menginginkan pemerintahan terbaik dan manajemen terbaik dengan standar internasional," kata Prabowo.

x|close