Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjuk sejumlah tokoh senior sebagai penasihat nasional di bidang kebudayaan, sejarah, sastra, dan permuseuman guna memperkuat arah kebijakan serta pelaksanaan program strategis Kementerian Kebudayaan.
"Saya berharap dukungan dan nasihat ini dapat memperkuat langkah Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan Indonesia," kata Fadli Zon di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Para penasihat tersebut akan berperan sebagai pengarah dalam berbagai agenda strategis kementerian, baik melalui pemberian nasihat kebijakan, keterlibatan langsung dalam kegiatan, maupun penguatan koordinasi lintas sektor.
Adapun tokoh-tokoh yang ditunjuk sebagai Penasihat Menteri antara lain Singgih Tri Sulistiyono sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman, Taufik Ismail sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan dan Pengembangan Sastra Indonesia, Putu Supadma Rudana sebagai Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, serta Batara Richard Hutagalung sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan Literasi Sejarah Nasional.
Baca Juga: Fadli Zon: Rumah Budaya Indonesia di Afrika Selatan Ditargetkan Selesai Setahun
Fadli Zon menjelaskan bahwa pembentukan nomenklatur Penasihat Menteri dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak panjang, otoritas keilmuan, serta pengalaman mendalam di bidang masing-masing. Keberadaan para penasihat dinilai penting untuk memastikan kebijakan kebudayaan disusun dengan landasan keilmuan yang kuat serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga menekankan bahwa salah satu fokus utama yang memerlukan peran aktif para penasihat adalah penyusunan buku-buku sejarah nasional. Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan narasi sejarah yang kokoh, menyeluruh, dan relevan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap perjalanan bangsa.
Baca Juga: Fadli Zon: Film Indonesia Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Pada tahun 2026, Kementerian Kebudayaan menargetkan penyusunan sejumlah buku sejarah penting, di antaranya sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945–1950, serta sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Samudera Pasai yang diharapkan menjadi rujukan kredibel dan memperkaya literasi sejarah nasional.
Selain sejarah, penguatan ekosistem sastra juga menjadi perhatian kementerian. Fadli Zon menyebut peran Penasihat Menteri Bidang Sastra diharapkan mampu memberikan pandangan strategis dalam mendorong pengembangan sastra Indonesia, termasuk melalui program penerjemahan karya sastra ke berbagai bahasa asing.
"Kami sedang gencar memberikan fasilitasi penerjemahan buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Di sini, kami sangat berharap masukan dan saran dari tokoh sastra seperti Pak Taufik Ismail," kata Fadli Zon.
(Sumber: Antara)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menyerahkan SK Penasihat Menteri yang digelar di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan) (Antara)