BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG Lele dan Tempe Marinasi di Pamekasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 18:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. ANTARA/HO-BGN. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait video yang viral di media sosial mengenai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam video tersebut terlihat paket makanan yang disebut hanya berisi lele dan tempe marinasi.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya terdiri dari berbagai komponen menu.

Menurutnya, menu yang disiapkan meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca Juga: BGN: Program Makan Bergizi Gratis Hanya Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi Harian

Ia menjelaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian dari paket makanan sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh mengenai menu yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.

BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam Program MBG dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi sekaligus standar keamanan pangan. Karena itu, setiap laporan atau polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui proses koordinasi serta evaluasi agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Nanik.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG bukan tanpa alasan. Menurutnya, metode tersebut dipilih dengan pertimbangan nilai gizi sekaligus ketahanan bahan pangan.

"Mengapa kami menggunakan lele marinasi? Pertama, untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Ketika dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," kata Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat. Penerima manfaat tersebut terdiri atas siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, sekolah luar biasa (SLB), tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close