Profil Penyanyi Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jan 2026, 18:00
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Sosok Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sosok Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (dok kemhan ri)

Ntvnews.id, Jakarta - Noe Letto yang dikenal sebagai musisi dan mantan vokalis band Letto itu kini memasuki ranah strategis negara, khususnya bidang pertahanan.

Mantan vokalis band kenamaan sekaligus putra cendekiawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun kini resmi menjabat sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN), usai dilantik pada Kamis (15/1/2026).

Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal dengan nama Noe, lahir pada 10 Juni 1979. Ia adalah vokalis dan keyboardis band Letto, di mana ia menjabat sebagai keyboardis hingga tahun 2014 sebelum digantikan oleh Widi. Noe adalah anak pertama dari budayawan terkenal Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dari pernikahan pertamanya dan anak sambung dari bintang sinetron serta penyanyi, Novia Kolopaking.

Keluarga dan Pendidikan

Noe lahir sebagai anak pertama dari Emha Ainun Nadjib dan Neneng Suryaningsih. Pada usia enam tahun, orang tua Noe bercerai, dan ia kemudian menghabiskan masa sekolah dasar di SD 1 Yosomulyo, Lampung, serta melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Xaverius Metro, Lampung.

Kecintaan Noe pada musik dimulai sejak masa SMP ketika pamannya memberinya kaset bekas lagu-lagu Queen. Pengalaman tersebut menginspirasi Noe untuk menciptakan musik yang dapat menyentuh perasaan orang lain. Ia mulai belajar bermain keyboard, alat musik pertama yang ia sentuh.

Setelah lulus SMP, Noe melanjutkan pendidikan di SMU 7 Yogyakarta dan bergabung dengan komunitas musik yang ada di sana. Pada tahun 1997, Noe melanjutkan kuliah di Universitas Alberta, Kanada, mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu matematika dan fisika. Selama masa krisis moneter, Noe harus bekerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya. Pada tahun 2003, ia meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang fisika dan matematika.

Puing-puing dari ATR 400 yang diduga Jatuh <b>(Istimewa)</b> Puing-puing dari ATR 400 yang diduga Jatuh (Istimewa)

Karier

Setelah kembali ke Indonesia, Noe aktif dalam dunia musik melalui studio Kiai Kanjeng yang dipimpin oleh Novi Budianto, sahabat ayahnya, Cak Nun. Di studio ini, Noe belajar tentang mixing, mastering, dan produksi musik serta mulai menulis lirik lagu. Karya-karyanya banyak dituangkan dalam album debut Letto berjudul Truth, Cry, and Lie.

Pada tahun 2004, Musica Studio tertarik dengan lagu-lagu yang ditawarkan Noe dan teman-temannya, yang mendorong mereka untuk membentuk band yang diberi nama Letto. Debut album mereka, Truth, Cry, and Lie (2006), meraih kesuksesan luar biasa dengan status double platinum. Kesuksesan tersebut mendorong Letto untuk merilis album kedua mereka, Don't Make Me Sad (2007).

Selain karier musiknya, Noe juga aktif dalam industri film. Pada 10 Juni 2008, ia mendirikan Production House Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Film perdana mereka, Minggu Pagi di Victoria Park, dirilis pada 10 Juni 2010. Film kedua mereka, RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya, ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dan Viva Westi. Pada tahun 2015, Pic[k]Lock Productions meluncurkan Guru Bangsa Tjokroaminoto, yang disutradarai oleh Garin Nugroho, bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Besar H.O.S. Tjokroaminoto dan MSH Films.

Biodata Noe Letto
Nama Lengkap: Sabrang Mowo Damar Panuluh
Tanggal Lahir: 10 Juni 1979 (umur 45)
Tempat Lahir: Yogyakarta, Indonesia
Pekerjaan: Musisi, Penyanyi, Pencipta Lagu, Teknisi Studio
Pasangan: Fauzia Fajar Putri Khaeruddin
Anak:
Rih Anawai Lu'lu' Bodronoyo
Miyah Azalli Mudraia Ismoyo
Orang Tua:
Emha Ainun Nadjib (Ayah)
Neneng Suryaningsih (Ibu)
Instrumen: Piano, Keyboard, Vokal

Informasi dikutip dari akun lettolink

x|close