Kasus Super Flu Ditemukan di NTB, Anak Perempuan 12 Tahun Positif Influenza A H3N2 Subclade K

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 22:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Dinkes NTB dr Lalu Hamzi Fikri. Kepala Dinkes NTB dr Lalu Hamzi Fikri. (Antara)

Ntvnews.id, Mataram - Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi seorang anak perempuan berusia 12 tahun di wilayah tersebut positif terinfeksi Influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal sebagai Super Flu. Saat ini, otoritas kesehatan setempat terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan kasus tersebut.

Kepala Dinkes NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan pihaknya menerima hasil pemeriksaan laboratorium pada awal Januari 2026.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sequencing influenza yang diterima pada 5 Januari 2026, terkonfirmasi 1 kasus positif Influenza A (H3N2) subclade K pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun,” ujarnya di Mataram, Rabu, 14 Januari 2026.

Kasus ini teridentifikasi setelah Dinkes NTB mengirimkan delapan sampel spesimen anak-anak bergejala ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya pada 10 November 2025 untuk pemeriksaan lanjutan. Dari hasil analisis tersebut, satu sampel dinyatakan positif Super Flu.

Menindaklanjuti temuan kasus yang terjadi pada 5 November 2025, Dinkes NTB segera melakukan penyelidikan epidemiologis serta penanganan di lapangan. Pemeriksaan dan pemantauan intensif dilakukan terhadap kontak erat dan lingkungan sekitar pasien selama dua kali masa inkubasi virus influenza.

“Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus tambahan, sehingga klaster kasus ini dinyatakan berhasil dikendalikan pada November 2025,” kata Hamzi Fikri.

Meski demikian, ia menegaskan situasi belum sepenuhnya bebas risiko. Potensi penularan ulang masih ada, terutama seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan masuknya musim hujan yang biasanya dibarengi peningkatan kasus flu.

Sebagai langkah kewaspadaan berkelanjutan, Dinkes NTB memperkuat pemantauan kasus ILI (Influenza Like Illness) serta ISPA dan pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, surveilans sentinel ILI dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) juga terus dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya peningkatan kasus yang tidak lazim.

“Data SKDR dianalisis setiap minggu dan hingga saat ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan kasus ILI, ISPA, maupun pneumonia,” ujarnya.

Hamzi Fikri menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah peningkatan penularan Super Flu. Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kecukupan istirahat dan asupan gizi, melakukan isolasi mandiri saat sakit, menggunakan masker, segera memeriksakan diri jika gejala memburuk, serta mematuhi anjuran petugas kesehatan.

Dinkes NTB juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang dinilai cepat dan sigap dalam menangani kasus ini. Melalui koordinasi yang baik, mulai dari tingkat puskesmas hingga laboratorium regional, kasus dapat diidentifikasi dan dikendalikan dalam waktu singkat.

“Dengan kerja sama seluruh pihak, pihaknya optimistis kejadian luar biasa (KLB) dapat dicegah serta masyarakat NTB dapat terlindungi dari penyebaran Influenza A(H3N2) subclade K maupun penyakit menular lainnya,” katanya.

Influenza A (H3N2) sendiri merupakan jenis flu musiman yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2. Gejalanya umumnya menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung berair, nyeri otot, serta rasa tidak enak badan.

Dibandingkan jenis influenza lain, tingkat keparahan Influenza A disebut lebih tinggi dibandingkan A (H1N1)pdm09 dan Influenza B. Untuk pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi influenza musiman.

Berdasarkan data epidemiologis terkini, WHO juga menyampaikan bahwa subclade K hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit dibandingkan flu biasa. Namun, varian ini tetap menjadi perhatian karena penyebarannya yang cepat secara global sejak Agustus 2025 dan telah terdeteksi di berbagai negara.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir 2025 terdapat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close