Ntvnews.id, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan tingginya angka kematian anak-anak di Jalur Gaza akibat tindakan militer Israel, meskipun gencatan senjata tengah berlangsung. Dalam laporan terbaru, sedikitnya 100 anak dilaporkan tewas di wilayah tersebut.
Dilansir dari AFP, Rabu, 14 Januar 2026, Badan Anak-Anak PBB, UNICEF, menyatakan bahwa korban terdiri atas sedikitnya 60 anak laki-laki dan 40 anak perempuan di wilayah Palestina yang diduduki Israel.
“Lebih dari 100 anak telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata,” ujar juru bicara UNICEF, James Elder, kepada wartawan di Jenewa.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut setara dengan satu anak laki-laki atau perempuan yang kehilangan nyawa setiap hari selama masa gencatan senjata berlangsung.
Baca Juga: Bayi 7 Hari Tewas Kedinginan di Gaza Palestina
“Itu kira-kira satu anak perempuan atau satu anak laki-laki tewas di sini setiap hari selama gencatan senjata,” lanjut Elder.
Menurut Elder, kematian anak-anak tersebut disebabkan oleh operasi militer Israel, termasuk serangan dari udara menggunakan pesawat tak berawak.
“Anak-anak ini tewas akibat serangan udara, serangan pesawat tak berawak, termasuk pesawat tak berawak (dengan misi) bunuh diri. Mereka tewas akibat tembakan tank. Mereka tewas akibat peluru tajam. Mereka tewas akibat helikopter tempur,” paparnya.
Ilustrasi - Jalur Gaza luluh lantak setelah diserbu Israel tanpa jeda. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)
Ia menegaskan bahwa jumlah korban anak telah menembus angka seratus dan berpotensi terus bertambah.
“Kita (jumlah anak-anak yang tewas) sudah mencapai 100 -- tidak diragukan lagi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.
Baca Juga: Pilu, Banyak Bayi dan Anak-anak Gaza Tewas Membeku
Elder pun mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang saat ini berlaku. Menurutnya, meskipun intensitas pengeboman berkurang, perlindungan terhadap anak-anak belum sepenuhnya terwujud.
“Gencatan senjata yang memperlambat pengeboman adalah kemajuan, tetapi gencatan senjata yang masih mengubur anak-anak tidaklah cukup,” tutupnya.
Arsip foto- Seorang anak bersama pengungsi lainnya menunggu pembagian makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Kota Gaza, Palestina 14 Juli 2025. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa. (Antara)