Survei LSI Denny JA: Sikap Elite Parpol Soal Pilkada Lewat DPRD Tak Sejalan Dengan Pemilih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 18:34
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Proses pencoblosan di TPS pada Pilkada Serentak Provinsi Kepulauan Riau tahun 2024. ANTARA/Ogen Ilustrasi - Proses pencoblosan di TPS pada Pilkada Serentak Provinsi Kepulauan Riau tahun 2024. ANTARA/Ogen (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara elite partai politik dan konstituennya terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyampaikan bahwa mayoritas pemilih partai politik, baik partai yang memiliki kursi di DPR maupun partai nonparlemen, menolak gagasan perubahan sistem pilkada tersebut, termasuk di kalangan pemilih Partai Golkar yang selama ini dikenal mengusung wacana itu.

“Apa yang disuarakan oleh pemimpin elite-elite partai itu ternyata belum diamini oleh grassroot atau pemilih-pemilih partai yang bersangkutan,” ujar Ardian di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Rabu, 7 Desember 2025.

Ia merinci, sebanyak 74,5 persen responden pemilih Partai Gerindra menyatakan penolakan terhadap wacana tersebut. Sementara itu, responden pemilih PDIP yang menolak mencapai 56,3 persen, pemilih PKB 67,5 persen, serta pemilih Partai Golkar 58,3 persen.

Baca Juga: Demokrat Dukung Sikap Prabowo Soal Opsi Pilkada Melalui DPRD

Penolakan juga ditunjukkan oleh pemilih PKS dengan persentase 57,5 persen, pemilih PAN 47,5 persen, pemilih Partai Demokrat 57,1 persen, serta pemilih Partai NasDem yang mencapai 95 persen.

“Jadi, terlihat dari sini secara mayoritas bahwa pemilih-pemilih partai yang elite-elitenya menyatakan setuju ternyata di grassroot atau di pemilih-pemilih partai mayoritas menyatakan tidak setuju,” katanya.

Selain itu, hasil survei tersebut juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik. Ardian menyebutkan bahwa hanya 53,3 persen responden yang menyatakan percaya bahwa partai politik bekerja untuk kepentingan rakyat, sedangkan 39,3 persen responden mengaku tidak percaya.

“Partai politik adalah salah satu lembaga yang selalu terendah trust publiknya dibanding lembaga dan pilar demokrasi lainnya,” kata Ardian.

Baca Juga: Ramai Isu Pilkada Dipilih DPRD, Dasco Ajak Semua Pihak Fokus Tangani Bencana

Ia menjelaskan bahwa survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling sebagaimana survei-survei pada umumnya. Jumlah responden dalam survei itu sebanyak 1.200 orang yang dilakukan pada periode 19–20 Oktober 2025.

Menurut Ardian, jumlah responden tersebut dinilai cukup merepresentasikan masyarakat Indonesia, mengingat pada berbagai survei pemilu sebelumnya, hasil survei dengan jumlah responden serupa menunjukkan kecenderungan yang hampir sama dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close