Setahun Berjalan, MBG Jangkau 38 Provinsi dan Libatkan 780 Ribu Pekerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 19:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bongoime, Kecamatan Tilongkaliba, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang memiliki inovasi IPAL hingga UV Air untuk keamanan pangan dan memberdayakan tenaga kerja lokal guna memberikan MBG sebagai fondasi Indonesia Emas 2045. ANTARA/HO-BGN. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bongoime, Kecamatan Tilongkaliba, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang memiliki inovasi IPAL hingga UV Air untuk keamanan pangan dan memberdayakan tenaga kerja lokal guna memberikan MBG sebagai fondasi Indonesia Emas 2045. ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada Senin, 6 Januari 2025 dan kini genap berjalan satu tahun telah menyerap dan memberdayakan lebih dari 780 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.

"Sebanyak 780 ribu lebih tenaga kerja telah terserap dan aktif dalam operasional dapur, dari persiapan bahan baku hingga distribusi makanan," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Dadan menjelaskan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan dapur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta membangun keterampilan kerja di sektor pangan.

"Pelayanan SPPG yang dimulai pada 6 Januari 2025 awalnya hanya sebanyak 190 SPPG. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 19.188 SPPG telah beroperasi dan menjangkau 38 provinsi," ujar dia.

Baca Juga: BGN Alihkan 341 SPPG Jadi Dapur Darurat Saat Bencana Akhir 2025

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini sebanyak 55,1 juta penerima manfaat telah memperoleh layanan MBG untuk mendukung pemenuhan gizi yang lebih baik.

"Program ini sangat mendukung tumbuh kembang balita dan anak sekolah, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah stunting sebagai fondasi mewujudkan generasi emas 2045," tuturnya.

Dadan menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG bagi anak-anak sekolah secara serempak akan dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026. Karena itu, seluruh SPPG diminta terus mematangkan persiapan serta menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten.

Selama satu tahun penyelenggaraan MBG, BGN juga memperoleh apresiasi dari berbagai pihak atas dedikasi dan sinergi dalam penguatan pelayanan publik, kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) yang proaktif, serta keterbukaan informasi publik yang dinilai transparan kepada masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan MBG Harus Dipercepat Demi Atasi Kelaparan

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close