Prabowo Tegaskan MBG Harus Dipercepat Demi Atasi Kelaparan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 16:41
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam agenda retret jilid II yang diikuti anggota Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026. ANTARA/HO-BPMI Sekret Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam agenda retret jilid II yang diikuti anggota Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026. ANTARA/HO-BPMI Sekret (Antara)

Ntvnews.id, Hambalang, Bogor - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan karena kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak dapat ditunda.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, salah satu ucapan Bung Karno, 'the hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa tunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pencanangan Program MBG didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan sekitar 20 persen anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Bahkan, di sejumlah daerah, angka tersebut tercatat mencapai lebih dari 30 persen.

Baca Juga: Prabowo kepada Menteri Kabinet: Kita di Jalan Benar, Jangan Gentar Hadapi Fitnah dan Ejekan

Selain itu, masih banyak anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan atau hanya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang sangat terbatas.

Hingga Selasa, 6 Januari 2026, pelaksanaan Program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak serta ibu hamil, dalam kurun waktu satu tahun sejak program tersebut diluncurkan.

"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil, Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," ucap Presiden.

Dalam pelaksanaannya, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan potensi penyimpangan. Namun, pemerintah terus melakukan evaluasi, pengawasan, serta langkah-langkah pengamanan secara berkesinambungan.

Baca Juga: Satu Tahun MBG, Prabowo: Kita 99,99% Berhasil

Pemerintah, kata Presiden, menargetkan agar pelaksanaan Program MBG dapat mendekati 100 persen tanpa kesalahan, dengan perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

"kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Jadi saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai," kata Presiden.

"Tidak kita puas dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan," imbuhnya.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close