Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah hal yang dibahas dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin sore, salah satunya terkait perkembangan tahap akhir negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Pada Senin sore, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk mengikuti rapat terbatas di Istana, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Rapat tersebut berlangsung lebih dari dua jam. Usai rapat, Presiden Prabowo kemudian bertolak dari Istana menuju kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, guna menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025.
"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro, juga progress daripada perundingan dengan Amerika Serikat, mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retret," kata Airlangga saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin malam, selepas rapat.
Baca Juga: Luhut Ungkap Momen Natal Bersama Prabowo, Bahas Tarif AS hingga Pemulihan Bencana Sumatera
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menjelaskan bahwa perundingan tarif dengan Amerika Serikat saat ini telah memasuki fase akhir, yakni pengecekan dan penyusunan draf perjanjian.
Ia menyebutkan bahwa pada pertemuan selanjutnya, tim perundingan kedua negara akan mulai membahas secara rinci poin-poin yang tercantum dalam perjanjian tersebut.
Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 12–19 Januari 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat.
"Itu (tanggal) 12–19. Itu legal drafting detail," kata Airlangga.
Airlangga juga mengungkapkan bahwa pada pekan terakhir Desember 2025, dirinya telah bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., AS.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya finalisasi negosiasi terkait tarif impor yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat terhadap produk Indonesia sebesar 19 persen.
Baca Juga: Perang Tarif AS-China Memanas, Menkeu Purbaya: Biar Saja Mereka Berantem, Kita Untung
Setelah pertemuan dengan Greer, Airlangga menjelaskan bahwa langkah berikutnya akan dilakukan pada pekan kedua Januari 2026, tepatnya pada 12–19 Januari, ketika tim perundingan kedua negara melakukan pengecekan akhir terhadap draf perjanjian melalui proses legal scrubbing dan clean-up document. Tahap ini ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
Selanjutnya, pada pekan ketiga Januari 2026, dokumen perjanjian perdagangan timbal balik atau agreements on reciprocal trade (ATR) ditargetkan dapat diselesaikan.
Airlangga menyatakan bahwa dalam pertemuannya dengan Greer, Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas substansi yang tercantum dalam draf perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia–AS tersebut.
Ia menambahkan bahwa Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, serta berbagai komoditas strategis lainnya.
(Sumber : Antara)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh. (Antara)