Taklimat Awal Tahun, Prabowo Tegaskan Standar Zero Defect Program MBG Mulai 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 16:30
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026. ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden/aa. Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026. ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan standar zero defect atau tanpa cacat, sekaligus memastikan distribusi manfaat yang merata kepada masyarakat mulai tahun 2026.

Dalam taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026, Presiden menerima laporan terkait capaian program MBG yang telah menjangkau 55 juta penerima manfaat sejak resmi diluncurkan pada hari ini.

“Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat,” kata Kepala Negara dalam taklimatnya.

Presiden menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjawab persoalan gizi yang bersifat mendesak dan fundamental.

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal pemerintahan, sekitar satu dari lima anak di Indonesia atau 20 persen mengalami kekurangan gizi. Bahkan, di sejumlah wilayah, angka tersebut mencapai 30 persen, yang berimplikasi pada tingginya kasus stunting serta gangguan pertumbuhan fisik anak.

Presiden Prabowo juga membandingkan percepatan pelaksanaan MBG di Indonesia dengan negara lain. Ia mencontohkan Brazil yang membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat, sementara Indonesia mampu melampaui angka tersebut dengan 55 juta penerima hanya dalam waktu satu tahun.

Baca Juga: Satu Tahun MBG, Prabowo: Kita 99,99% Berhasil

Walaupun tingkat keberhasilan program secara statistik diklaim mencapai 99,99 persen, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap adanya kekurangan maupun potensi penyimpangan di lapangan.

Menurutnya, dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan berskala besar, tantangan teknis dan operasional merupakan hal yang tidak terhindarkan, namun tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar untuk dibiarkan.

“Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi,” katanya.

Presiden menambahkan, pengawasan serta langkah-langkah pengamanan akan terus diperketat guna memastikan pemerataan penerima manfaat MBG dapat tercapai secara optimal.

“Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, Pak kapan kami terima MBG?” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengutip filosofi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menyatakan bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu” (The hungry stomach cannot wait).

Ia turut menyinggung keraguan yang sempat muncul pada tahap awal pelaksanaan program, ketika sejumlah pihak dan pakar meragukan keberhasilan MBG.

“Mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil dan dinantikan oleh seluruh rakyat,” katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close