Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor Rendam 20 Desa di Kabupaten Serang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 14:20
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Petugas meninjau lokasi banjir di Kabupaten Serang, Banten, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang Petugas meninjau lokasi banjir di Kabupaten Serang, Banten, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang (Antara)

Ntvnews.id, Serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten. Bencana tersebut tercatat terjadi di 13 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, rangkaian bencana tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan berlangsung secara beruntun sejak 2 Januari 2026.

“Dampaknya meluas di 20 desa pada 13 kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 3.514 Kepala Keluarga (KK) atau 11.700 jiwa,” ujar Ajat di Serang, Senin.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang hingga Senin 5 Januari pagi, tercatat sebanyak 3.164 unit rumah warga terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.145 rumah terendam banjir, 13 rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah atau longsor, serta enam rumah rusak karena diterjang angin kencang.

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem, Kapolri Minta Satgas Siap Hadapi Bencana Nataru

Ajat menjelaskan, dampak banjir tidak hanya mengenai permukiman warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum. Sedikitnya dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala turut terendam air. Selain itu, sektor pertanian juga terdampak dengan terendamnya sekitar 108 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pamarayan dengan usia tanaman antara 0 hingga 60 hari.

“Kondisi terkini tinggi muka air di beberapa lokasi banjir berkisar antara 5 hingga 45 centimeter. Sebagian warga ada yang melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman,” katanya.

Adapun kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut meliputi Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal.

BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan agar pemerintah daerah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Selain itu, BPBD juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi para korban, antara lain makanan siap saji, family kit, pakaian, obat-obatan, serta terpal.

 

(Sumber : Antara)

HIGHLIGHT

x|close