Ntvnews.id, Jakarta - Situasi di Kabupaten Morowali kembali memanas setelah penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin. Kali ini, wartawan advokasi Royman M. Hamid dilaporkan ditangkap secara paksa oleh aparat Polres Morowali pada Minggu kemarin, 4 Januari 2026.
Melansir akun Instagram @depokhariini, Senin 5 Januari 2026, penangkapan tersebut terjadi tidak lama setelah insiden pembakaran Kantor Perusahaan PT Raihan Catur Putra (RCP).
Royman dikenal sebagai jurnalis yang aktif mengawal konflik agraria dan kerap mendampingi perjuangan masyarakat di Morowali. Berdasarkan keterangan saksi mata, sebelum menangkap Royman.
View this post on Instagram
Sejumlah aparat kepolisian lebih dulu mendatangi rumah Asdin di Desa Torete, yang merupakan kakak dari Arlan Dahrin. Kedatangan polisi disebut disertai suara tembakan beruntun yang memicu kepanikan warga sekitar.
Salah satu saksi, Firna M. Hamid, menuturkan bahwa Ibu Lina yang akrab disapa Mama Arwan sempat ditodong senjata api saat aparat menanyakan keberadaan Royman. Setelah memperoleh informasi bahwa Royman berada di rumah kerabatnya, Jufri Jafar, aparat kemudian bergerak menuju lokasi tersebut.
Baca Juga: Polisi Selidiki Mobil Lawan Arah di Tol Kunciran–Cengkareng
Dalam rekaman video yang beredar di masyarakat, terlihat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Morowali memimpin langsung proses penangkapan. Sejumlah polisi tampak mengenakan seragam lengkap dan membawa senjata api, sementara lainnya berpakaian sipil.
Kasatreskrim menyebut pihaknya telah membawa dokumen administrasi penangkapan. Namun, saat Royman meminta agar dokumen tersebut didokumentasikan sebagai bagian dari haknya untuk mengetahui dasar penangkapan, permintaan itu tidak dipenuhi.
Situasi pun berujung pada penangkapan paksa. Royman terlihat dipiting di bagian leher, kedua tangannya dijepit, lalu dimasukkan ke dalam mobil polisi.
Berdasarkan rekaman video dan kesaksian warga, banyak pihak menyayangkan cara aparat menangani Royman maupun Arlan Dahrin. Keduanya dinilai diperlakukan secara berlebihan, seolah-olah pelaku teror, padahal selama ini dikenal aktif menyuarakan serta mengawal aspirasi masyarakat di wilayah Morowali.
Wartawan Advokasi Royman M Hamid Ditangkap Paksa Bak Teroris di Morowali (IG: Depokhariini)