Kata Dandim soal Kabar Babinsa Meninggal Usai Pesta Miras

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 18:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah memberikan penjelasan kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat, 2 Januari 2026. ANTARA/Zumrotun Solichah Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah memberikan penjelasan kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat, 2 Januari 2026. ANTARA/Zumrotun Solichah (Antara)

Ntvnews.id, Jember, Jawa Timur - Komandan Kodim 0824 Jember Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah memberikan klarifikasi terkait kabar meninggalnya personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karangrejo, Sersan Kepala Putu Menaka, yang sebelumnya dikaitkan dengan pesta minuman keras.

"Bahwa Serka Putu merupakan anggota Babinsa Karangrejo, Koramil Sumbersari, meninggal dunia di Rumah Sakit Baladhika Husada karena henti jantung (cardiac arrest) dengan diagnosa hipertensi," kata Indra dalam konferensi pers di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat sore.

Ia menegaskan pemberitaan yang menyebutkan Serka Putu meninggal dunia akibat minuman keras tidak sesuai dengan fakta medis. Hal tersebut, kata dia, merujuk pada resume medis resmi dari RS Baladhika Husada yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait kehadiran Serka Putu di lokasi pesta minuman keras, Indra menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan karena masih menunggu hasil pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga: Dua Orang Meninggal Dunia dalam Kasus Tabrak Lari di Tambora

"Kami perlu melakukan pendalaman lebih lanjut sehingga belum bisa memberikan keterangan pasti dan masih menunggu hasil penyelidikan. Fakta yang bisa kami sampaikan penyebab meninggalnya berdasarkan resume medis," tuturnya.

Sementara itu, dokter jaga RS Baladhika Husada Jember dr Deny Febriwijaya R. menjelaskan pasien Putu masuk rumah sakit pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 20.48 WIB dengan keluhan sesak napas, sehingga langsung diberikan penanganan berupa oksigenasi.

"Kami juga melakukan pemeriksaan yang hasilnya tensi pasien agak tinggi dan saturasi oksigennya juga menurun. Pasien punya riwayat sesak, batuk, dan darah tinggi," katanya.

Ia menambahkan kondisi pasien kemudian memburuk sehingga harus dirawat di ruang ICU. Selama perawatan intensif, kondisi Serka Putu terus menurun hingga dinyatakan kritis.

"Pasien meninggal dunia karena serangan jantung disebabkan hipertensi emergency dan juga sesak napasnya. Itu yang bisa kami sampaikan keterangan medis terkait dengan pasien Putu," ujarnya.

Baca Juga: Insiden Terjun Payung di Pangandaran, 2 Penerjun Dinyatakan Meninggal Dunia

Sebelumnya, Kepolisian Resor Jember melaporkan delapan orang menjadi korban pesta minuman keras yang berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025, malam hingga Minggu, 28 Desember 2025, dini hari.

Dari delapan korban tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia secara bertahap. Salah satu korban adalah Serka Putu yang meninggal pada Minggu, 28 Desember 2025.

Pada hari yang sama, dua korban lain yang meninggal dunia masing-masing seorang perempuan berinisial MR, warga Kecamatan Patrang, dan seorang personel Babinsa berinisial PT. Selanjutnya, pada Senin, 29 Desember 2025, tiga korban lainnya berinisial AM, ST, dan SL yang juga merupakan warga Kecamatan Patrang, dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah korban bertambah setelah peserta pesta minuman keras berinisial MM meninggal dunia di RSD dr Soebandi Jember pada Selasa, 30 Desember 2025, malam, sehingga total korban meninggal mencapai enam orang.

(Sumber: Antara) 

x|close