Ntvnews.id, Jakarta - Varian influenza yang dijuluki super flu, yakni Influenza A subclade K, dipastikan telah masuk ke Indonesia. Kepastian ini disampaikan Kementerian Kesehatan setelah mendeteksi kasus terkonfirmasi pada akhir Desember 2025.
Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, mengungkapkan bahwa temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan pada 25 Desember 2025.
"Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K," ujar Prima yang dilansir pada Jumat, 2 Desember 2025.
Meski sudah terdeteksi, Prima menjelaskan bahwa subclade K saat ini belum menjadi varian yang paling dominan di antara kasus influenza yang beredar di Indonesia. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Pasalnya, subclade K disebut memiliki karakteristik gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya.
Baca Juga: Ukraina Dituduh Lakukan Serangan Drone Ke Kafe dan Hotel di Kherson, 24 Orang Meninggal
Peringatan tersebut diperkuat oleh penjelasan dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, Agus Dwi Susanto. Menurut Agus, infeksi Influenza A subclade K dapat menimbulkan keluhan yang cukup serius dan berdampak besar pada kondisi fisik penderitanya.
"Untuk subclade K memiliki gejala-gejala yang lebih parah," ujar Agus, Selasa (30/12).
Agus memaparkan bahwa super flu ini ditandai dengan sejumlah gejala berat, di antaranya demam tinggi dengan suhu mencapai 39 hingga 41 derajat Celcius, nyeri otot yang intens, serta kondisi lemas ekstrem. Selain itu, penderita juga dapat mengalami batuk kering, sakit kepala, dan rasa nyeri berat pada tenggorokan.
Tak hanya dari sisi gejala, subclade K juga dinilai memiliki tingkat penularan yang cukup cepat. Agus menjelaskan bahwa satu orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ini kepada dua hingga tiga orang lainnya. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi kunci untuk menekan penyebaran super flu ini di masyarakat.
Baca Juga: Cekcok dengan Pacar di Mobil Berujung Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Tangerang Selatan
Sejumlah upaya preventif disarankan untuk mencegah penularan maupun tertular super flu subclade K. Masyarakat dianjurkan menjaga stamina tubuh dengan asupan makanan dan minuman bergizi, beristirahat yang cukup, serta rutin berolahraga. Kebersihan lingkungan dan kebiasaan mencuci tangan secara teratur juga menjadi langkah penting.
Selain itu, penggunaan masker disarankan terutama saat berada di keramaian atau berinteraksi dengan orang yang sedang sakit. Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu upaya perlindungan. Bagi mereka yang mengalami gejala flu, dianjurkan untuk tidak batuk atau bersin sembarangan, serta selalu menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Dengan kewaspadaan dan disiplin menerapkan langkah pencegahan, risiko penyebaran super flu subclade K diharapkan dapat ditekan, meskipun varian ini telah terdeteksi di Indonesia.
Ilustrasi sakit kepala (Pixabay)