Viral Kayu Gelondongan saat Banjir Sumatra, DPR Minta Investigasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 18:13
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli Banjir Kayu Gelondongan di Tapanuli (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial gelondongan kayu yang muncul usai banjir melanda wilayah Sumatra. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah menindaklanjuti hal itu.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi guna menelusuri asal-usul material kayu itu.

Menurut dia, pembentukan tim ini penting guna menjawab keheranan masyarakat sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana ekologis.

"Itu sudah sangat viral ya, seluruh warga melihat dan terheran-heran bagaimana bencana banjir bukan hanya air, tetapi bahkan dipenuhi oleh begitu banyak kayu," ujar Daniel, Sabtu, 29 November 2025.

"Untuk menjawab keheranan tersebut dan menunjukkan keseriusan, kita mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi," imbuhnya.

Ia memandang investigasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur pidana di balik bencana ini.

Baca Juga: Soal Peluang Status Bencana Nasional di Sumatra, Ini Respons Menko PM

"Tim harus menelusuri dari mana kayu-kayu itu sampai bisa hanyut segitu banyaknya. Apakah ada penebangan illegal logging? Siapa yang pelakunya? Seberapa besar hutan alam yang dirusak? Dan segera lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar yang ada," jelas dia.

Daniel menegaskan Komisi IV DPR juga akan segera memanggil kementerian terkait, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam rapat kerja mendatang.

Dia meminta Kementerian Kehutanan jadi leading sector dalam investigasi ini dengan menggandeng aparat penegak hukum.

"Tentu kita akan mendorong nanti di raker secepatnya, kita akan pertanyakan itu kepada Kementerian Kehutanan. Pemerintah harus merespons cepat, sehingga masyarakat merasa tenang dan trust (percaya) terhadap pemerintah," jelas dia.

Lebih lanjut, Daniel mengingatkan bahwa investigasi ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya mitigasi bencana di masa depan.

Apabila pembalakan liar atau kerusakan hutan dibiarkan, ia khawatir dampak anomali cuaca akan semakin ekstrem dan meluas ke pulau-pulau lain di luar Sumatera.

"Yang paling penting tim investigasi ini adalah untuk mencegah tidak terulangnya kejadian serupa. Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat dan cepat. Enggak hanya di Sumatera, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana," tandas politikus PKB.

x|close