Polresta Mataram Panggil Ketua DPRD NTB Terkait Pembakaran Gedung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2025, 12:56
thumbnail-author
Muhammad Fikri
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga menyaksikan sisa gedung DPRD NTB yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Mataram, Sabtu, 30 Agustus 2025. Warga menyaksikan sisa gedung DPRD NTB yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Mataram, Sabtu, 30 Agustus 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Mataram - Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat, Isvie Rupaeda, untuk memberikan keterangan soal pembakaran gedung DPRD NTB saat aksi unjuk rasa pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Pemanggilan ini bagian dari penanganan kasus yang sedang dalam tahap penyelidikan.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, menjelaskan, "Jadi, tindak lanjutnya, Senin, 8 September 2025 nanti kami minta Bu Ketua DPRD NTB hadir memberikan keterangan terkait pembakaran gedung DPRD NTB."

Selain Ketua DPRD, polisi juga akan meminta keterangan dari jajaran DPRD NTB, satpam, dan saksi di lokasi. Regi menegaskan, permintaan ini penting untuk menentukan status penanganan perkara. "Ini kebutuhan dalam menaikkan nanti ke penyidikan. Jadi, kami harus mendapatkan keterangan, terutama dari Bu Ketua DPRD NTB dan jajaran terkait dengan pertanggungjawaban gedung," ujar dia.

Baca Juga: KPK Selidiki Proses Lelang Konsultan Pengawas Proyek Rumah Jabatan DPR

Polisi juga akan mendalami nilai kerugian akibat insiden tersebut. "Karena naik penyidikan itu harus ada nilai kerugian terlebih dahulu. Berapa nilainya, apa saja yang dibakar dan bagaimana tindak lanjutnya," kata Regi.

Hingga kini, kasus masih dalam tahap penyelidikan, dengan salah satu kelengkapan berkas berupa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah diperoleh. Dari olah TKP, polisi menyimpulkan fokus penyelidikan adalah mencari pelaku pembakaran. "Arah penyelidikannya ini ke siapa yang membakar," ucap dia.

Regi menambahkan, penyelidikan diperkuat dengan bukti rekaman CCTV dan video masyarakat. "Jadi, ini bukan reaksi spontan, tidak ada pembakaran itu spontan, pasti secara sadar membakar. Kami punya bukti video untuk soal itu," jelasnya.

Dalam beberapa video, polisi menemukan aksi pembakaran secara sistematis, termasuk membakar dari bawah dan melempar menggunakan botol. "Kami punya video bagaimana cara mereka membakar. Ada beberapa yang membakar dari bawah dan ada yang melempar pakai botol," tutur Regi.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 10 Tersangka Kasus Penjarahan Rumah Uya Kuya, Ada yang di Bawah Umur

Menurut dia, insiden ini terjadi karena lemahnya pengamanan di lapangan akibat jumlah massa aksi lebih banyak dibanding personel. "Jadi, bantuan itu 'kan karena ada dua titik aksi unjuk rasa. Bantuan pengamanan datang ke DPRD NTB ketika sudah datang aksi," kata Regi.

(Sumber: Antara)

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close