AHY Soroti Kerusuhan Surabaya, Tekankan Dampak Terhadap Ekonomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 23:29
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 13 Agustus 2025. ANTARA/M Fikri Setiawan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 13 Agustus 2025. ANTARA/M Fikri Setiawan (Antara)

Ntvnews.id, Bogor - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya penegakan hukum tanpa kompromi terhadap para pelaku kerusuhan di Surabaya yang merusak sekaligus membakar Gedung Grahadi. Menurutnya, insiden tersebut bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan iklim investasi nasional.

“Perusakan dan pembakaran Gedung Grahadi sangat disayangkan. Jika ada oknum yang mempersiapkan, harus diinvestigasi dan ditegakkan hukum,” ucap AHY di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.

Ia menilai kerusuhan yang berlangsung destruktif dan berlarut-larut dapat mengikis rasa percaya publik maupun investor terhadap stabilitas Indonesia. Hal itu, lanjutnya, berisiko memicu perlambatan ekonomi.

“Investor tentu berharap stabilitas Indonesia bisa ditunjukkan dengan baik. Kalau rusuh terus, siapa pun akan ragu berinvestasi,” tuturnya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kerusuhan di Depan Mapolda Jateng

Lebih jauh, AHY membedakan antara demonstrasi damai yang konstitusional dengan aksi yang berujung anarkis. Ia menegaskan bahwa unjuk rasa damai merupakan hak setiap warga, namun ketika berubah menjadi tindak kekerasan, dampaknya justru merugikan masyarakat luas.

Selain menyinggung aspek ekonomi, AHY juga menyoroti kerusakan infrastruktur akibat aksi massa tersebut. Ia menyatakan akan melaporkan hal itu kepada Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Perhubungan agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

“Mudah-mudahan kerusakan bisa segera ditanggulangi, direhabilitasi, dan kembali berfungsi seperti sediakala,” jelasnya.

Meski begitu, AHY mengingatkan agar aparat tetap mengedepankan profesionalisme dalam mengamankan aksi massa. Menurutnya, kesabaran aparat merupakan kunci penting, mengingat mengendalikan kerumunan besar bukanlah hal mudah.

Baca Juga: ITB Terapkan Kuliah Daring Awal September 2025 Demi Antisipasi Keamanan

Dengan pengalamannya sebagai perwira TNI, AHY mengaku memahami risiko besar yang dihadapi aparat dalam menjaga ketertiban. Namun, ia menekankan bahwa profesionalitas harus dijaga agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Ia pun berharap semua pihak dapat saling menghormati: masyarakat tetap damai dalam menyampaikan aspirasi, dan aparat sabar dalam menjalankan tugas. Dengan begitu, situasi dapat kembali kondusif tanpa menimbulkan korban tambahan.

“Kerusakan ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan luka sosial jangan sampai menjadi beban panjang bangsa kita. Mari kita jaga negeri ini bersama-sama,” tutup AHY.

(Sumber: Antara)

x|close