Ntvnews.id, Jakarta - Perguruan tinggi didorong untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan menggabungkan kreativitas mahasiswa dan penguasaan sains serta teknologi.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pembelajaran kewirausahaan, pembangunan ekosistem kreatif di lingkungan kampus, hingga rencana penyelenggaraan kompetisi karya mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Brian Yuliarto, menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Brian menilai penguasaan sains dan teknologi serta pengembangan ekonomi kreatif menjadi dua faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi, sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, ekonomi kreatif perlu ditempatkan sebagai bagian strategis pembangunan nasional, bukan hanya sektor pendukung perekonomian.
“Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif,” ujar Menteri Brian.
Baca Juga: Kelas Utama MotoGP Australia 2026 Dibatalkan
Ia turut mengapresiasi perkembangan inisiatif GEKRAFS Kampus yang kini telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi. Menurut Brian, keberadaan ekosistem tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan kreativitas secara lebih terarah, sekaligus mengintegrasikannya dengan kemampuan di bidang sains dan teknologi.
“Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi,” ungkap Mendiktisaintek.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana memperkuat materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa dari berbagai program studi. Materi tersebut akan mencakup bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) maupun non-STEM.
Selain itu, Kemdiktisaintek menyiapkan kompetisi karya ekonomi kreatif yang melibatkan perguruan tinggi pada 2027. Ajang ini diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas dan inovasi mereka kepada khalayak yang lebih luas.
“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,” kata Menteri Brian.
Untuk menggambarkan besarnya peluang ekonomi dari karya kreatif, Brian mencontohkan Pixar dalam industri animasi dan BTS di bidang musik. Menurutnya, keberhasilan karya kreatif dapat didorong melalui perpaduan ide, kreativitas, serta penguasaan sains dan teknologi.
Ia berharap Indonesia dapat melahirkan karya-karya kreatif berskala besar yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Jadi, semoga kita akan segera melihat munculnya karya-karya besar anak bangsa karena ekonomi kreatif ini,” harap Menteri Brian.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang mampu mendukung perkembangan pelaku usaha dan karya ekonomi kreatif Indonesia. Dukungan tersebut meliputi penyediaan akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital, penguatan kolaborasi berkelanjutan, pemberian remunerasi yang adil, serta kemudahan memperoleh pendanaan dan investasi.
Riefky juga mendorong agar karya kreatif Indonesia memiliki jangkauan pasar yang semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut disampaikannya melalui pesan, “Local Hero Go National, National Champion Go Global”.
Upaya memperluas pasar tersebut sejalan dengan dorongan Brian agar kreativitas mahasiswa yang didukung penguasaan sains dan teknologi mampu menghasilkan inovasi dengan nilai tambah ekonomi. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan.
Penguatan kreativitas dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan tinggi, sains, dan teknologi diharapkan menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Brian Yuliarto (Istimewa)