Ntvnews.id, Jakarta - Cuaca ekstrem di Sirkuit Phillip Island, Victoria, memaksa penyelenggara membatalkan seluruh rangkaian balapan Grand Prix Australia 2026 pada Minggu. Keputusan ini diambil setelah kondisi hujan deras dan kabut tebal menghambat operasional helikopter medis yang menjadi bagian penting dari prosedur keselamatan pembalap.
Dalam pernyataan resminya, MotoGP menyebut kondisi jarak pandang di sekitar sirkuit belum memungkinkan untuk menggelar perlombaan. Hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut membuat kabut semakin tebal, sehingga kesiapan layanan medis udara tidak dapat dipastikan.
Sebelumnya, penyelenggara sempat mempertahankan jadwal balapan utama MotoGP pada pukul 16.30 waktu setempat atau 12.30 WIB, meskipun kompetisi kelas Moto2 dan Moto3 telah lebih dahulu dibatalkan. Namun, setelah mempertimbangkan perkembangan cuaca dan risiko keselamatan, keputusan akhir diambil untuk meniadakan seluruh balapan hari itu.
Baca Juga: BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Sebagai pengganti aktivitas kompetitif, para pembalap dijadwalkan menjalani kegiatan perpisahan dengan mengitari lintasan Phillip Island. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan MotoGP Australia di sirkuit legendaris itu, yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia sejak 1989.
Musim 2026 sekaligus menjadi tahun terakhir penyelenggaraan MotoGP Australia di Phillip Island. Mulai 2027, ajang balap motor tersebut direncanakan berpindah ke Sirkuit Jalan Raya Adelaide. Pergantian lokasi ini menandai babak baru bagi penyelenggaraan Grand Prix Australia setelah puluhan tahun berlangsung di Phillip Island.
Ancaman cuaca buruk sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (24/10). Situasi semakin memburuk pada Minggu pagi ketika hujan deras disertai kabut menyelimuti kawasan sirkuit. Jarak pandang yang terbatas membuat penyelenggara kesulitan memastikan helikopter medis dapat beroperasi jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat selama perlombaan.
Pembatalan ini turut menggagalkan kesempatan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk tampil di Moto3 GP Australia. Pembalap Honda Team Asia tersebut sebelumnya berhasil merebut posisi start terdepan atau pole position pada sesi kualifikasi, sekaligus mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pencapaian tersebut di ajang Grand Prix balap motor.
Baca Juga: Momentum MotoGP Mandalika 2026, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
Nasib serupa dialami Mario Aji yang berlaga di kelas Moto2. Pembalap Indonesia itu juga kehilangan kesempatan untuk berkompetisi setelah penyelenggara membatalkan balapan kelas tersebut akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Setelah GP Australia resmi ditiadakan, kalender Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 dijadwalkan berlanjut ke Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November.
Di tengah perubahan jadwal akibat pembatalan balapan Australia, Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo masih berada di puncak klasemen sementara MotoGP dengan raihan 365 poin. Persaingan perebutan gelar juara dunia pun berlanjut ke seri berikutnya, dengan hasil di Malaysia menjadi salah satu perhatian utama dalam perjalanan menuju akhir musim.
(Sumber: ANTARA)
pembalap prima pramac racing asal spanyol jorge martin