Menhan Baru Iran Ancam AS, Peringatkan Risiko Kerusakan Besar Jika Teheran Diserang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 09:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran. Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran. (ANTARA)

Ntvnews.id, Taheran - Menteri Pertahanan Iran yang baru, Mehrdad Akhlaghi, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan bahwa Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah akan menghadapi "kerusakan besar" apabila kembali melancarkan serangan militer terhadap Teheran.

Dilansir dari AFP, Senin, 19 Oktober 2026, pernyataan tersebut disampaikan Akhlaghi setelah resmi dilantik sebagai Menteri Pertahanan Iran, delapan bulan setelah pendahulunya tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Februari 2026.

Akhlaghi menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan berpikir ulang sebelum kembali menyerang Iran. Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan tidak lama setelah memperoleh persetujuan dari parlemen untuk menduduki jabatan tersebut.

"Masyarakat dapat merasa yakin bahwa kemungkinan besar mereka (AS) tidak akan berani menyerang kami," kata Akhlaghi kepada wartawan.

Ia kemudian memperingatkan konsekuensi yang akan dihadapi Washington apabila tetap memilih melakukan serangan terhadap Iran.

"Jika mereka (AS) melakukannya, mereka sendiri dan kawasan ini akan menanggung kerusakan yang sangat besar," tambahnya.

Baca Juga: Eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Purn Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Berdasarkan keterangan di situs resmi pemerintah Iran, Akhlaghi memperoleh dukungan 237 suara dari total 277 suara dalam pemungutan suara parlemen. Hasil tersebut mengantarkannya menggantikan Aziz Nasirzadeh sebagai Menteri Pertahanan Iran.

Nasirzadeh tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah kompleks kepemimpinan Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior.

Sebelum pemungutan suara parlemen berlangsung, Akhlaghi telah menyoroti beratnya tanggung jawab yang akan diembannya di tengah situasi keamanan Iran yang genting.

"Jika saya memperoleh suara kepercayaan dari parlemen, tanggung jawab atas Kementerian Pertahanan akan berada di tangan saya pada saat yang sangat genting," kata Akhlaghi sebelum pemungutan suara dimulai, dikutip kantor berita ISNA.

Ia menekankan bahwa pertahanan negara tidak hanya bergantung pada kesiapan militer, tetapi juga kemampuan memahami dinamika situasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman.

"Dalam situasi seperti ini, mempertahankan negara membutuhkan pemahaman yang akurat mengenai kondisi yang ada, pemahaman tentang logika di balik berbagai perkembangan, identifikasi tren yang berpengaruh, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan," tambahnya.

Pernyataan Akhlaghi mencerminkan sikap tegas Teheran dalam menghadapi potensi konflik militer dengan Washington. Dengan kepemimpinan baru di Kementerian Pertahanan, Iran menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan, terutama di tengah ketegangan regional yang masih membayangi hubungan kedua negara.

x|close