Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengutamakan pasokan susu dari peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi sekaligus memperkuat usaha peternakan dalam negeri.
"Mulai 1 November tahun ini, susu yang dibagikan kepada anak-anak kita di sekolah harus sesuai dengan ketentuan yang kami putuskan, yakni 80 persen harus susu segar yang berasal dari peternak lokal," ujar Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Sudaryono menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak semata-mata berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Program tersebut juga diharapkan dapat memperluas penyerapan produk pangan domestik dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
Menurut dia, kebutuhan pangan untuk program pemerintah perlu diselaraskan dengan kemampuan produksi pertanian dan peternakan di berbagai daerah. Karena itu, pemanfaatan susu segar dari dalam negeri diharapkan membuka peluang pengembangan usaha peternakan, terutama di wilayah yang memiliki potensi peternakan sapi perah.
Baca Juga: BGN Wajibkan Label Batas Waktu Konsumsi di Ompreng MBG Mulai Pekan Depan
"Dengan demikian, kebutuhan pangan untuk program pemerintah dapat menjadi peluang ekonomi bagi produsen lokal sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, peningkatan peran peternak lokal perlu diiringi dengan penguatan produksi pangan nasional. Ketersediaan bahan pangan yang mencukupi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program MBG sekaligus menekan ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Saat berkunjung ke Aceh untuk menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Selasa, 13 Oktober 2026, Mas Dar menjelaskan bahwa keberhasilan MBG juga bergantung pada kemampuan Indonesia menjaga pasokan dan meningkatkan produktivitas pangan.
"Misalnya, perkembangan produksi pertanian di Aceh ini juga didukung oleh perbaikan irigasi, penyediaan pompa air, pupuk, serta benih. Intervensi tersebut membantu petani meningkatkan frekuensi panen dan produktivitas lahan, termasuk pada wilayah yang sebelumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun," ucap Mas Dar.
Baca Juga: BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan
Menurut Sudaryono, langkah untuk meningkatkan produksi pangan perlu terus diperkuat agar pasokan nasional tetap terjaga. Upaya tersebut juga diperlukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino yang dapat memengaruhi sektor pertanian.
(Sumber: Antara)
Kepala BGN Sudaryono saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026. (Antara)