Putin Tawarkan Bantuan Rusia untuk Mediasi Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskwa siap membantu proses mediasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan belum menemukan titik penyelesaian.

Tawaran tersebut disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu, 7 Oktober 2026

Kantor berita Iran, IRNA, dikutip, Jumat, 8 Oktober 2melaporkan Putin mendukung berbagai inisiatif diplomatik yang dilakukan sejumlah negara untuk menurunkan ketegangan di kawasan tersebut.

"Iran dapat yakin bahwa Moskwa juga siap berperan dan memberikan bantuan dalam upaya tersebut," kata Putin sebagaimana dikutip IRNA.

Dalam komunikasi tersebut, Putin dan Pezeshkian turut membahas perkembangan hubungan bilateral kedua negara serta situasi konflik yang masih berlangsung. Menurut IRNA, hubungan Moskwa dan Teheran dinilai terus bergerak ke arah positif, sehingga kedua pemimpin menekankan pentingnya memperkuat kerja sama yang telah terjalin.

Putin juga membahas sejumlah langkah diplomatik yang dilakukan berbagai negara untuk membantu meredakan konflik. IRNA melaporkan bahwa Putin "menyinggung upaya sejumlah negara untuk melakukan mediasi dan membantu meredakan ketegangan, seraya menyatakan bahwa Rusia mendukung upaya tersebut".

Meski menyatakan kesiapan membantu, belum diketahui secara terperinci bentuk keterlibatan Rusia maupun langkah konkret yang akan ditempuh Moskwa dalam proses mediasi tersebut. Negara-negara yang dimaksud dalam pembahasan Putin dan Pezeshkian juga tidak disebutkan.

Pernyataan terbaru Putin kembali menegaskan sikap Rusia yang terbuka untuk mengambil bagian dalam upaya diplomatik guna meredakan konflik Timur Tengah. Sikap serupa sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Baca Juga: Vladimir Putin Dijadwalkan Kunjungi China Pekan Depan

Pada September 2026, Lavrov menyampaikan kesiapan Rusia membantu menciptakan stabilitas di Selat Hormuz dan kawasan Teluk dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat itu, konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan masih mengalami kebuntuan. Selat Hormuz menjadi salah satu kawasan yang paling mendapat perhatian setelah Iran memberlakukan blokade di jalur strategis tersebut, sementara Amerika Serikat menerapkan blokade balasan terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Situasi tersebut kemudian menjadikan Selat Hormuz sebagai salah satu titik utama ketegangan antara Teheran dan Washington.

Di tengah kondisi itu, komunikasi Putin dan Pezeshkian kembali memperlihatkan dukungan Moskwa terhadap jalur diplomasi. Namun, Rusia belum menjelaskan apakah akan terlibat secara langsung dalam perundingan antara pihak-pihak yang berkonflik.

Hubungan Rusia dan Iran Makin Erat

Tawaran Putin juga disampaikan ketika hubungan Rusia dan Iran semakin dekat. Kedua negara diketahui sama-sama menghadapi berbagai sanksi internasional, sementara hubungan militer dan perdagangan keduanya berkembang selama berlangsungnya perang Rusia-Ukraina.

Kondisi tersebut membuat hubungan Moskwa dan Teheran semakin erat dan saling bergantung. Hal itu turut menjadi bagian pembahasan Putin dan Pezeshkian dalam percakapan telepon mereka.

Menurut IRNA, kedua pemimpin membicarakan "arah perkembangan hubungan yang positif dan terus meluas" antara Rusia dan Iran.

Putin dan Pezeshkian juga sepakat mengenai pentingnya memperkuat hubungan bilateral pada masa mendatang. Pembahasan kerja sama kedua negara tersebut berlangsung bersamaan dengan pembicaraan mengenai upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah sendiri bermula pada akhir Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sejak konflik pecah, Selat Hormuz menjadi salah satu pusat ketegangan setelah Iran melakukan blokade di jalur perairan tersebut. Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di tengah konflik yang belum menemukan penyelesaian itu, Putin kembali menyatakan bahwa Rusia mendukung berbagai upaya mediasi dan siap membantu negara-negara yang berupaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

TERKINI

Load More
x|close