Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangkaian serangan Rusia yang menyebabkan sejumlah warga tewas dan terluka. Ia mengaitkan serangan tersebut dengan hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin yang genap berusia 74 tahun pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Putin lahir di Leningrad, yang kini bernama Saint Petersburg, pada 1952. Zelensky menyebut serangan Rusia yang terjadi pada hari tersebut sebagai bentuk "hadiah" untuk Putin.
"Hari ini, sebagai hadiah untuk (ulang tahun) Putin, pasukan Rusia menghancurkan bangunan penduuduk di Ptyluky, di wilayah Chernihiv," kata Zelensky melalui media sosial X.
Zelensky menyampaikan kemungkinan masih ada warga yang terjebak di bawah puing-puing bangunan yang terdampak serangan. Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan upaya evakuasi terhadap para korban.
"Mungkin masih ada orang di bawah reruntuhan. Tim sedang bekerja tanpa henti di lokasi, melakukan apa saja untuk menyelamatkan warga," ujarnya
Layanan Darurat Ukraina melaporkan sedikitnya 15 orang mengalami luka akibat serangan tersebut. Sejumlah anak-anak juga termasuk dalam korban luka.
Serangan Rusia juga mengenai lima bangunan apartemen di Dnipro serta sejumlah bangunan di Kremenchuk. Gempuran di kedua lokasi tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan delapan lainnya terluka.
Baca Juga: Putin Tolak Gencatan Senjata Serangan Jarak Jauh Rusia-Ukraina
Sementara itu, sebuah gedung di Zaporizhzhia dilaporkan terkena serangan drone Rusia. Di Kyiv, serangan tersebut menewaskan dua orang, sedangkan dua korban lainnya dilaporkan meninggal akibat serangan di Oleksandriya.
"Duka cita saya untuk semua keluarga dan orang-orang tercinta yang tewas," lanjut Zelensky.
Zelensky menambahkan bahwa pasukan Rusia turut menyasar infrastruktur energi Ukraina dalam rangkaian serangan tersebut.
Konflik Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Sejumlah upaya untuk mencapai gencatan senjata permanen dan membuka kembali jalur perundingan telah dilakukan, tetapi pertempuran antara kedua negara masih berlanjut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)