Ntvnews.id, Moskow - Rusia dikabarkan tengah menyiapkan pinjaman senilai US$1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun untuk Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat yang masih berlangsung.
Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 7 Oktober 2026, melaporkan proses pembayaran pinjaman tersebut telah rampung dan dana siap ditransfer setelah Iran memberikan informasi rekening yang diperlukan.
Pinjaman tersebut sebelumnya pertama kali diberitakan pada Juni lalu. Dana itu disebut sebagai pencairan tahap awal dari skema pinjaman Rusia yang direncanakan diberikan kepada Iran.
Namun, hingga kini Teheran belum menentukan penggunaan dana tersebut. Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran mengusulkan agar dana digunakan untuk mengimpor kendaraan. Sementara itu, Kementerian Perminyakan menginginkan dana tersebut dialokasikan untuk membeli peralatan industri minyak, sedangkan Kementerian Pertanian mengusulkan penggunaannya untuk mengimpor kebutuhan pokok.
Belum adanya keputusan mengenai penggunaan dana membuat Iran belum menyerahkan informasi rekening yang dibutuhkan untuk proses transfer.
Baca Juga: Kremlin: Pengunduran Diri PM Keir Starmer Tak Ubah Arah Hubungan Rusia–Inggris
Hubungan antara Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir semakin erat, terutama sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina. Teheran dilaporkan membantu Rusia dengan memasok senjata yang digunakan dalam menghadapi pasukan Ukraina di bawah pimpinan Volodymyr Zelensky.
Di sisi lain, Rusia juga disebut memberikan dukungan kepada Iran melalui penyediaan informasi intelijen dan citra satelit dalam menghadapi Amerika Serikat serta Israel.
Selain kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, Iran dan Rusia terus berupaya memperkuat hubungan ekonomi serta keuangan, termasuk dengan meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan bilateral.
Pada Juni lalu, Iran mengumumkan rencana pembentukan bursa perdagangan rubel sebagai upaya mempererat kerja sama perbankan dan moneter dengan Rusia. Saat itu, seorang anggota parlemen Iran menyebut Moskow diharapkan memberikan pinjaman dalam mata uang rubel senilai US$20 miliar kepada Teheran dengan tingkat bunga tahunan sebesar 6 persen.
Arsip - Foto suasana sekitar Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022). (ANTARA/Xinhua/Bai Xueqi/aa.) (Antara)