Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Dudung menggantikan Djamari Chaniago dalam posisi tersebut.
Pelantikan itu sekaligus menandai berakhirnya tugas Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sebelumnya, ia dilantik untuk menduduki jabatan tersebut pada Senin, 27 April 2026.
Posisi Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkan Dudung kemudian diisi oleh mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo.
Dudung memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan TNI AD. Salah satu jabatan tertinggi yang pernah diembannya adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada masa pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.
Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam
Lahir di Bandung, Jawa Barat, Dudung memulai perjalanan militernya setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1988. Ia kemudian bergabung dengan Korps Infanteri TNI AD.
Pada awal kariernya, Dudung bertugas di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti yang bermarkas di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Ia dipercaya menjadi komandan peleton pada periode 1989-1994.
Satuan tersebut sebelumnya juga menjadi tempat penugasan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 1986-1988. Saat Dudung dan SBY bertugas, Yonif RK 744 menjadi salah satu satuan tempur utama yang dikerahkan dalam operasi menghadapi pemberontakan di Timor Timur.
Karier Dudung kemudian berlanjut dengan sejumlah jabatan. Pada 1995, ia menjadi komandan kompi sekaligus komandan kelas satuan pendidikan di Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD hingga 1998.
Baca Juga: Lengser dari Kapolri, Listyo Resmi Dilantik Prabowo Jadi Kepala KSP Gantikan Dudung
Setelah itu, Dudung dipercaya sebagai Wakil Komandan Yonif 401/Alugoro pada 1998-1999 dan Wakil Komandan Yonif 401/Banteng Raider pada 1999-2000. Ia kemudian menjabat Kepala Staf Kodim 0733/BS Semarang pada 2000-2002 serta perwira senior bidang operasi di Kodam II/Sriwijaya pada 2002.
Ketika berpangkat Letnan Kolonel, Dudung menduduki sejumlah jabatan, antara lain Komandan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya pada 2002-2004, Dandim 0406/Musi Rawas pada 2004-2006, serta Dandim 0418/Palembang.
Kariernya terus meningkat hingga pada 2010 Dudung mendapat kenaikan pangkat menjadi Kolonel. Ia kemudian mengisi beberapa posisi di lingkungan Markas Besar TNI AD, termasuk sebagai perwira urusan personel. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Komandan Detasemen Markas TNI.
Dudung mulai mendapatkan pangkat perwira tinggi ketika menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI. Ia kemudian menjabat Wakil Gubernur Akmil pada 2015-2016, staf khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 2016-2017, serta Wakil Asisten Teritorial KSAD pada 2017-2018.
Pada 2018, Dudung kembali mendapat promosi dengan pangkat Mayor Jenderal dan dipercaya menjadi Gubernur Akmil hingga 2020. Setelah itu, ia memimpin Kodam V Jaya sebagai Pangdam pada 2020-2021.
Ketika menjabat Pangdam Jaya, Dudung menjadi perhatian publik setelah memerintahkan prajuritnya mencopot baliho yang dipasang Front Pembela Islam (FPI). Organisasi tersebut kemudian dinyatakan bubar sesuai dengan putusan pengadilan.
Belum genap setahun memimpin Kodam Jaya, Dudung kembali mendapat promosi. Pada 2021, ia ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad), menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono.
Beberapa bulan kemudian, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menunjuk Dudung untuk memimpin TNI AD sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Dudung menjalankan tugas sebagai KSAD selama hampir dua tahun sebelum memasuki masa pensiun pada 19 November 2023.
Setelah pensiun dari TNI, Dudung kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan pemerintahan. Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
Penunjukan tersebut berlangsung setelah Prabowo terpilih sebagai Presiden. Namun, belum genap setahun menjalankan tugas sebagai penasihat khusus, Dudung kembali ditunjuk untuk menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Kini, Dudung dipercaya memimpin Kemenko Polkam, kementerian yang memiliki fungsi koordinasi terhadap sejumlah instansi strategis, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kejaksaan Agung RI, TNI, serta Polri.
Dengan pengalaman di bidang operasi, strategi, dan manajemen, Dudung diharapkan mampu mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga yang berada dalam lingkup Kemenko Polkam guna mendukung stabilitas politik dan keamanan nasional.
(Sumber: Antara)
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. (Antara)