Pemilihan Sekjen PBB Sudah Masuk Putaran Keempat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera PBB. Ilustrasi - Bendera PBB. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar putaran keempat pemungutan suara tidak mengikat melalui mekanisme straw poll pada Selasa, 29 September 2026. Pemungutan suara tersebut merupakan bagian dari proses pemilihan sekretaris jenderal PBB yang akan menggantikan Antonio Guterres.

Duta Besar Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont, yang menjabat sebagai Presiden DK PBB selama September, memastikan putaran keempat straw poll telah rampung dilaksanakan.

“Putaran keempat straw poll telah berlangsung. Setiap kandidat akan diberi tahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap negara anggota yang mencalonkan mereka,” kata Bonnafont kepada wartawan.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 1 Oktober 2026, Bonnafont mengatakan Presiden Majelis Umum PBB juga akan menerima pemberitahuan bahwa proses pemungutan suara telah selesai. Ia turut memastikan terdapat tujuh kandidat yang mengikuti putaran keempat tersebut.

Sejumlah laporan menyebut diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan menempati posisi teratas dalam persaingan untuk menduduki jabatan sekretaris jenderal PBB berikutnya.

Mekanisme straw poll digelar secara rahasia untuk mengetahui tingkat dukungan dari 15 anggota DK PBB. Proses tersebut juga dapat digunakan untuk mempersempit jumlah kandidat sebelum DK PBB menyampaikan rekomendasi resmi kepada Majelis Umum PBB.

Baca Juga: Indonesia Respons Tuduhan Solomon-Vanuatu soal HAM Papua di PBB

Seorang kandidat harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dari anggota DK PBB untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. Namun, lima anggota tetap DK PBB, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Inggris, memiliki hak veto yang dapat menggagalkan pencalonan.

Setelah DK PBB memberikan rekomendasi, kandidat terpilih masih harus ditetapkan oleh Majelis Umum PBB. Proses tersebut biasanya bersifat formal setelah DK PBB menyepakati satu nama untuk direkomendasikan.

Masa jabatan Antonio Guterres sebagai sekretaris jenderal PBB dijadwalkan berakhir pada 31 Desember.

Hingga saat ini, terdapat delapan nama yang telah dicalonkan sebagai kandidat sekretaris jenderal PBB. Mereka adalah diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, mantan Presiden Senegal Macky Sall, Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett, mantan Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, politikus sekaligus diplomat Uganda Olara Otunnu, serta diplomat Ekuador Ivonne A-Baki.

TERKINI

Load More
x|close