Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan segera menindaklanjuti dan mengonfirmasi laporan mengenai puluhan penyintas gempa bumi yang meninggal dunia di tempat pengungsian kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Golf for Humanity 2 dorong perlindungan dan pemenuhan hak anak di NTT dan Maluku. Bantuan kebutuhan sanitasi dan higienitas disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar di sejumlah lokasi pengungsian.
Bantuan berupa popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa, masker, dan tisu basah tersebut disalurkan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) melalui dua titik, yakni RSUD Manggarai serta Polres Manggarai untuk diteruskan kepada warga terdampak di Kecamatan Reok.
Kebutuhan produk sanitasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan di tengah kondisi pengungsian dengan keterbatasan akses air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, perempuan, dan lanjut usia.
Perwakilan RSUD Manggarai, Zeni, mengatakan kebutuhan produk sanitasi harian masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Kebutuhan produk sanitasi harian seperti popok dan pembalut sangat mendesak bagi para pengungsi di lapangan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan warga di posko penampungan,” katanya dalam keterangan resmi Unicharm pada Rabu.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 31 Agustus 2026, gempa bumi Flores dengan magnitudo 7,7 diikuti lebih dari 10 ribu gempa susulan, dengan 35 kejadian di antaranya bermagnitudo di atas 5,0.
Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 14 September 2026 mencatat lebih dari 140 orang meninggal dunia, lebih dari 100 ribu rumah mengalami kerusakan, serta lebih dari 2.000 fasilitas kesehatan dan sekolah terdampak akibat bencana tersebut.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. (Antara)