Bos Danantara Ungkap Rencana Pembentukan BUMN Tekstil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkap perkembangan rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor tekstil.

Rosan mengatakan pembentukan BUMN tekstil tidak hanya diarahkan untuk membangun perusahaan baru. Pemerintah juga membuka peluang mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, khususnya yang memiliki potensi dari sisi mesin dan teknologi.

"Ya memang untuk BUMN Tekstil ini kita kembali lagi, karena kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu," ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Menurut Rosan, sektor industri tekstil memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Karena itu, Danantara berencana membentuk BUMN baru yang dapat berperan sebagai integrator sekaligus mendukung pengembangan perusahaan tekstil yang telah beroperasi.

"Kita lihat dan kita bisa berpartner dengan eksisting perusahaan tekstil yang sudah ada, tapi untuk yang terintegrasi. Itu kita akan yang menginisiasi, yang terintegrasi dalam satu kawasan," ucap dia.

Baca Juga: Purbaya Diganti, Rosan Pastikan Kereta Cepat Whoosh Tetap Dialihkan ke Kemenkeu

Ilustrasi industri tekstil. <b>(Ntvnews.id)</b> Ilustrasi industri tekstil. (Ntvnews.id)

Meski demikian, Rosan belum menyampaikan kepastian mengenai waktu realisasi pembentukan BUMN tekstil tersebut.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendorong penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Pemerintah juga tengah mengevaluasi sejumlah ketentuan, termasuk Pertek dan regulasi lainnya, untuk memastikan pasokan bahan baku bagi industri dalam negeri tetap berjalan.

Airlangga juga menyoroti persoalan impor yang dinilai mengganggu industri garmen domestik. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta penertiban terhadap praktik impor tersebut.

"Kemudian yang kedua, khusus untuk di hilir, yaitu terkait dengan garmen. Di mana gangguan-gangguan melalui impor kiloan, ataupun impor yang bulk rest. Itu tadi juga diminta Pak Dirjen Bea Cukai untuk segera ditertibkan karena hal ini sangat mengganggu produsen-produsen garmen di dalam negeri," ujar Airlangga.

x|close