Pramono: Saya Yakin untuk Motong Garis Ketidakberuntungan dalam Keluarga Itu Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 11:41
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Pramono Anung, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) (Pemprov DKI)

NTVNews.id , Jakarta - Semangat anak-anak Jakarta dalam membaca, berkarya, dan menyuarakan gagasan yang terlihat dalam ajang Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) 2026. Tahun ini, sebanyak 1.640 anak ambil bagian dalam lomba literasi yang digelar untuk menyambut 500 tahun Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut memberikan penghargaan kepada para pemenang HANJABA 2026 dalam acara yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Pramono melihat antusiasme dan kreativitas peserta HANJABA sebagai sinyal positif bagi masa depan Jakarta. Menurutnya, keberanian anak-anak dalam menampilkan karya dan menyampaikan gagasan menunjukkan besarnya potensi generasi muda di ibu kota.

"Kalau melihat performa atau tampilan anak-anak kita, terus terang saya merasa bahwa Jakarta masa di depannya itu penuh warna, penuh warna. Sehingga kita semua penuh dengan optimisme," ujarnya.

Baca Juga:  Pramono: BMKG Prediksi EL Nino sampai Januari 2027

Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan fasilitas publik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah masa depan kota.

Orang nomor satu di DKI tersebut juga lantas menilai, pendidikan memiliki peran besar dalam membuka peluang bagi anak-anak, terutama untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi dalam keluarga.

"Saya meyakini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, sekolah itu nomor satu," ujarnya.

Pemprov DKI terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui berbagai program bantuan pendidikan. Saat ini, Kartu Jakarta Pintar (KJP) telah diberikan kepada sekitar 707.477 siswa. Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah menjangkau sekitar 15.800 siswa.

Baca Juga:  Pramono: Kebakaran Paling Banyak di Jakarta Barat dan Jakarta Timur

Dukungan rencana tersebut akan terjadi. Mulai tahun depan, Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan program LPDP Jakarta untuk memberikan peluang kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik di luar negeri.

Pemprov DKI juga menaruh perhatian terhadap persoalan ijazah yang belum diambil ijazahnya karena kendala biaya. Pramono pun menegaskan, persoalan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh hak pendidikan secara utuh.

“Karena nggak mungkin sudah lulus nggak bisa mengambil ijazahnya kalau kemudian bukan karena masalah ekonomi,” ujarnya.

Bagi Pramono, HANJABA bukan sekadar kompetisi literasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri. Ia menilai kesempatan tampil di depan publik dapat mendorong anak-anak agar lebih berani menyampaikan ide dan pemikiran.

Potensi tersebut, kata Pramono, menjadi salah satu alasan dirinya optimis terhadap masa depan Jakarta. Ia melihat Jakarta memiliki banyak anak berbakat yang dapat menjadi sumber kekuatan manusia bagi perkembangan kota dalam beberapa tahun mendatang.

HIGHLIGHT

x|close