Menkop Dorong Koperasi Perkuat Bisnis dan Perluas Transformasi Usaha

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Agu 2026, 23:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Warga membeli sembako di gerai sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Terusan, Indramayu, Jawa Barat Ilustrasi - Warga membeli sembako di gerai sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Terusan, Indramayu, Jawa Barat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi untuk tidak hanya berfokus pada urusan kelembagaan, tetapi juga memperkuat pengembangan bisnis dan usaha agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Ferry mengatakan koperasi perlu memperluas kegiatan usaha ke berbagai sektor, mulai dari produksi, distribusi, industri, hingga keuangan.

“Sekarang kami juga terus mendorong agar koperasi itu harus membangun pola pengembangan bisnis dan usaha untuk masuk ke sektor produksi, kembali ke sektor distribusi, industri dan keuangan,” ujar Ferry dalam acara Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari keterangan pers.

Menurut Ferry, koperasi selama ini masih cenderung menitikberatkan perhatian pada aspek kelembagaan. Padahal, kegiatan administratif seperti rapat anggota tahunan (RAT) seharusnya dapat dilanjutkan dengan langkah nyata untuk mengembangkan kegiatan usaha.

Ia menyebut perubahan orientasi tersebut merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi koperasi secara besar-besaran sehingga kembali berperan sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Baca Juga: Kemenkop Perkuat Pembinaan 130 Ribu Koperasi Demi Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Koperasi menyiapkan sejumlah strategi, antara lain melakukan rebranding, memperluas pemanfaatan teknologi digital, dan meningkatkan tata kelola koperasi.

Ferry menjelaskan rebranding diperlukan untuk memperbarui citra koperasi yang selama ini masih kerap dipandang sebagai entitas usaha yang konvensional atau kuno, khususnya oleh generasi muda.

Selain pembaruan citra, koperasi yang telah berjalan juga didorong mengadopsi teknologi digital dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Menurut Ferry, koperasi yang tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi berisiko tertinggal.

Pemerintah juga mendorong pengembangan koperasi melalui kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk pondok pesantren dan komunitas.

Baca Juga: Gelar Koperasi Award 2026, Kemenkop Anugerahi Tokoh Penggerak Koperasi

Ferry mengungkapkan Kementerian Koperasi bahkan tengah menyiapkan gagasan pembentukan entitas usaha berbentuk koperasi di lingkungan masjid. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi para jamaah.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close