Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah teratasi setelah memasuki hari ke-12 masa tanggap darurat gempa bumi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat terbatas penanganan bencana yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026.
"Kami laporkan setelah hari ke-12 ini tidak ada lagi kesulitan BBM," kata Suharyanto saat memberikan laporan penanganan bencana di Posko Penanganan Bencana Alam Nagekeo, NTT, dikutip, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Suharyanto, kondisi pasokan BBM di wilayah terdampak kini berangsur normal. Masyarakat juga tidak lagi menghadapi antrean panjang saat hendak mendapatkan bahan bakar.
"Tidak ada lagi antre BBM, relatif kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan ketersediaan BBM ini sudah pulih," ucap Suharyanto.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Bantuan Rp20 Miliar untuk Korban Gempa NTT Tepat Sasaran
Selain ketersediaan BBM, BNPB turut melaporkan perkembangan pemulihan sejumlah infrastruktur penting yang terdampak gempa. Pemulihan tersebut juga mencakup wilayah terpencil seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka.
Untuk jaringan listrik, Suharyanto mengatakan sebagian besar wilayah terdampak telah kembali mendapatkan pasokan listrik. Namun, proses pemulihan di Pulau Palue masih berlangsung karena karakteristik wilayahnya yang terpencil.
"Kemudian untuk jaringan listrik, ini kami mendapat informasi sudah pulih 100 persen. Ada Pulau Palue Bapak Presiden, itu pulau di atas Kabupaten Sikka. Memang pulau kecil, terpencil. Kami sudah masuk ke sana. Itu rata-rata sudah mulai pulih. Hanya jaringan listrik ada 84,59 persen yang sedang dalam proses penanganan," ujar Suharyanto.
Sementara itu, jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak secara umum telah kembali beroperasi sepenuhnya. Kondisi tersebut juga telah dipantau langsung oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia.
Adapun pemulihan jaringan air bersih di sejumlah lokasi terdampak masih dalam penanganan. Rincian mengenai proses perbaikannya akan disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Presiden RI Prabowo Subianto langsung menggelar rapat untuk membahas penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) (Istimewa)