Imigrasi Kaji Penyederhanaan Paspor: ke Depan Hanya Ada Satu Jenis Polycarbonate

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 14:54
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tengah mengkaji penyederhanaan jenis paspor Republik Indonesia. Rencananya, ke depan hanya akan ada satu jenis paspor bagi seluruh warga negara Indonesia guna memudahkan masyarakat dan meningkatkan efisiensi teknologi pemeriksaan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan semangat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk melakukan simplifikasi dokumen perjalanan.

"Sebenarnya spirit dari Pak Menteri, Pak Agus Andrianto, pada saat ini kita pengin penyederhanaan paspor. Artinya kita nggak ada berbagai jenis paspor, kita cuma ada satu paspor saja," ujar Hendarsam, 13 Agustus 2026.

Saat ini, Indonesia masih memiliki beberapa varian paspor, mulai dari paspor biasa (non-elektronik), paspor elektronik (e-paspor) biasa, hingga paspor elektronik lembar polikarbonat (polycarbonate). Ke depan, Imigrasi berencana menyeragamkan standar paspor menjadi satu jenis yang paling mutakhir.

"Jadi kalau nanti dia polycarbonate, kita kasih polycarbonate saja sudah. Jadi nggak ada lagi nanti paspor yang lama itu non-elektronik, yang non-laminating, polycarbonate, pokoknya satu saja. Jadi nggak membingungkan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Usai Tahan 4 Tersangka Korupsi, KPK Panggil 2 Pegawai Jasindo

Selain untuk memudahkan masyarakat dalam memilih jenis paspor, penyederhanaan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi di pintu perlintasan internasional. Hendarsam menjelaskan bahwa banyaknya varian paspor yang beredar saat ini kerap menimbulkan kendala teknis saat proses pemindaian di mesin autogate.

"Itu yang paling penting karena nanti itu juga kan dengan perkembangan teknologi pembacaan paspor di autogate, kalau kita variannya berbeda-beda ini nanti akan mempersulit warga negara kita itu juga," tambah Hendarsam.

Terkait rencana peluncuran desain paspor baru bertema Merah Putih, pihak Imigrasi juga terus melakukan peninjauan mendalam dari sisi fitur keamanan (security features). Langkah ini diambil untuk memastikan paspor Indonesia tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kekuatan hukum dan keamanan yang diakui secara internasional.

Saat ini, kebijakan penyederhanaan paspor tersebut masih dalam tahap pengkajian intensif sebelum nantinya resmi diimplementasikan kepada publik.

"Jadi kita sederhanakan, ini lagi kita kaji terkait hal tersebut," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close