Trump Ngaku Mau Jadi Presiden AS 3 Periode, Tapi Terbentur Konstitusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 17:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku memiliki keinginan untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres AS 2028. Namun, ia menyadari aturan hukum dan konstitusi AS tidak memungkinkan dirinya menjalani masa jabatan ketiga.

"Anda tahu UU sangat tegas mengenai hal itu. Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi UU sangat tegas. Semua orang bertanya kepada saya. Bahkan, malam ini mereka berteriak di acara tadi, 2028! Semua orang ingin saya melakukannya (capres 2028), tetapi peraturan sangat tegas," kata Trump kepada para wartawan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pemilihan presiden AS berikutnya akan berlangsung pada 2028. Trump masih membuka kemungkinan untuk mencari jalan agar dapat kembali maju, meski ketentuan konstitusi membatasi masa jabatan presiden.

Baca JugaTrump Blak-blakan Sebut 3 Strategi Hadapi Iran

Amendemen ke-22 Konstitusi AS menetapkan seorang presiden hanya dapat menjabat selama dua periode. Trump saat ini sedang menjalani periode keduanya sebagai Presiden AS.

Di tengah pembahasan mengenai Pilpres 2028, Trump juga disebut memiliki pilihan kandidat yang berpotensi menjadi pemimpin Partai Republik. Wakil Presiden AS James David Vance dilaporkan lebih mendapat perhatian Trump dibandingkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Trump sebenarnya masih menilai Vance dan Rubio sebagai sosok potensial untuk memimpin Partai Republik pada Pemilu 2028. Namun, dukungannya terhadap Rubio disebut mulai berkurang.

Baca JugaTegaskan Kendali di Selat Hormuz, Trump Isyaratkan Potensi Serangan Militer Besar-besaran ke Iran

Perhatian Trump disebut lebih mengarah kepada kemampuan Vance mempertahankan pendekatan politiknya sendiri di tengah situasi politik yang penuh tantangan. Vance juga dinilai tetap berupaya menjalankan agenda pemerintahan.

Meski demikian, Trump dikenal dapat mengubah pandangannya terhadap seseorang. Karena itu, pilihan politiknya terkait kandidat masa depan Partai Republik masih dapat berubah.

Selain Vance dan Rubio, sejumlah nama dari jajaran pemerintahan Trump juga pernah disebut sebagai calon potensial untuk memimpin Partai Republik. Di antaranya Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan mantan Menteri Dalam Negeri AS Kristi Noem.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close