Prabowo Sebut Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Negara Lain Sudah Panik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 20:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memuji kerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menghadapi gejolak geopolitik yang berimbas pada harga minyak dunia. Pujian itu dilontarkan Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan, saat negara lain mulai panik, Indonesia tetap tenang dan menjaga stabilitas harga BBM subsidi. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari kinerja Bahlil sebagai menteri ESDM dan Pertamina yang mengelola sektor energi nasional.

"Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang," kata Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Prabowo meminta Bahlil melanjutkan kerja dan pengabdiannya. Prabowo mengatakan, sejauh ini, kinerja Bahlil memuaskan.

Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Pembaruan Buku Ajar Nasional untuk Perkuat Fondasi SDM

"Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," katanya.

Jika dikonversi menjadi nilai, Prabowo menyebut kerja Bahlil mendapat nilai 88-89. Prabowo menjelaskan, nilai 100 hanya untuk Tuhan Yang Maha Kuasa. Sementara, berdasarkan konstitusi, nilai 99 milik MPR, dan nilai 98 milik presiden. Selanjutnya, nilai 97 untuk DPR, 96 untuk DPD, dan 95 untuk ketua umum partai.

"Jadi kalau menteri dapat 88, 89 oke, memuaskan, memuaskan," katanya.

Meski demikian, Prabowo mengatakan, saat ini pemerintahan yang dipimpinnya baru setengah periode. Untuk itu, masih ada kesempatan memperbaiki kinerja.

"Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai," katanya.

HIGHLIGHT

x|close