Usai Kasus Keracunan MBG, BGN Berhentikan Kepala SPPG di Jayapura

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 18:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam rapat koordinasi tentang refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam rapat koordinasi tentang refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta -Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Sudah, sudah kita copot," kata Sudaryono saat ditemui usai rapat koordinasi refocusing penerima MBG di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Selain mencopot kepala SPPG, BGN juga mengirimkan tim untuk menginvestigasi penyebab insiden tersebut. Hasil sementara menunjukkan proses memasak di SPPG dilakukan terlalu dini sehingga jeda waktu antara makanan selesai dimasak dan didistribusikan kepada siswa menjadi terlalu lama.

"Berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologinya, mereka mulai memasaknya itu terlalu cepat, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai memasak, sehingga diberikan di jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak, lalu yang masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya," paparnya.

Baca juga: 137 Kepala SPPG Dicopot, Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG

Sebelumnya, sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG pada Rabu, 5 Agustus 2026 pagi.

Seiring penanganan yang dilakukan, kondisi para pasien mulai membaik. Delapan siswa yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura berangsur pulih, bahkan satu di antaranya telah diizinkan pulang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, mengatakan penanganan korban dugaan keracunan makanan tersebut menunjukkan perkembangan positif memasuki hari ketiga setelah kejadian.

Baca juga: BGN Siapkan Portal Pengaduan Bagi Mitra dan Kepala SPPG

Ia menyebut, berdasarkan perkembangan epidemiologi, jumlah kasus baru terus menurun dan sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan juga menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun, bahkan hingga siang ini belum ada laporan kasus baru," katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close