Ntvnews.id, Jakarta - Derasnya arus informasi di media sosial membawa kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai kabar dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian masih menjadi persoalan serius yang terus membayangi ruang digital Indonesia.
Isu tersebut akan menjadi tema pembuka dalam episode perdana Suara Nusantara, mega talkshow terbaru Nusantara TV yang mengangkat berbagai isu strategis dari beragam sudut pandang berbasis data dan fakta.
Dalam pembahasannya, Suara Nusantara akan menyoroti masih maraknya penyebaran konten hoaks, disinformasi, fitnah, dan kebencian di berbagai platform digital. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.890 konten hoaks serta 3.943 konten disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) ditemukan beredar di ruang digital Indonesia.
Program ini akan mengulas bagaimana disinformasi merupakan informasi palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan, sementara fitnah berupa tuduhan palsu yang dapat merusak reputasi seseorang. Adapun konten kebencian dinilai mampu memicu permusuhan dan perpecahan, terutama ketika disebarkan tanpa melalui proses verifikasi.
Baca Juga: Anisha Dasuki Berharap Program 'Suara Nusantara’ Jadi Referensi Informasi Terpercaya bagi Masyarakat
Tak hanya berhenti di ruang digital, penyebaran DFK juga memiliki dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari perundungan siber, tekanan mental, hingga munculnya korban yang mengalami kerugian secara psikologis akibat informasi yang tidak benar.
Melalui pembahasan tersebut, Suara Nusantara juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital. Setiap informasi yang diterima diharapkan tidak langsung dibagikan, melainkan terlebih dahulu diperiksa sumbernya, dibaca secara utuh, dan dipastikan kebenarannya sebelum disebarluaskan.
Selain itu, program ini turut menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi. Sebanyak 54 persen masyarakat mengandalkan media sosial untuk mengakses berita, namun hanya 22 persen yang menyatakan percaya terhadap informasi yang diperoleh dari platform tersebut.
Baca Juga: Nusantara TV Luncurkan Mega Talkshow Suara Nusantara, Bahas Isu Hangat Berbasis Data dan Fakta
Rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap media sosial dinilai tidak terlepas dari masih maraknya perdebatan tanpa dialog, opini tanpa verifikasi, serta komentar yang minim empati. Kondisi tersebut membuat ruang digital semakin rentan dipenuhi konten yang memicu polarisasi dan memperlebar perpecahan di tengah masyarakat.
Sejalan dengan tema tersebut, Suara Nusantara juga mengangkat pandangan almarhum Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif yang pernah menyatakan, "Media sosial telah menjadi ruang yang dipenuhi kebencian, kebohongan, dan fitnah." Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ruang digital membutuhkan budaya berdialog, berpikir kritis, dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.
Mega talkshow Suara Nusantara akan mulai tayang pada 12 Agustus 2026 di Nusantara TV dan dipandu oleh Anisha Dasuki. Program ini juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Nusantara TV dengan menghadirkan dialog berbasis data, fakta, dan berbagai perspektif untuk membantu masyarakat memahami isu-isu aktual secara lebih utuh.
Mega Talkshow Suara Nusantara (NTV)