Jaringan Listrik Kuba Kembali Kolaps

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Kuba. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Bendera Kuba. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Havana - Jaringan listrik nasional Kuba kembali mengalami keruntuhan. Gangguan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah otoritas mulai mengembalikan pasokan listrik menyusul pemadaman nasional yang berlangsung sejak Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Pada awalnya, pemerintah Kuba sempat menyampaikan bahwa proses pemulihan jaringan menunjukkan perkembangan. Namun, sistem kembali mengalami kegagalan pada Senin sore ketika pemulihan masih berlangsung.

Dilansir dari DW, Rabu, 5 Agustus 2026, perusahaan listrik negara Unión Electrica (UNE) menjelaskan bahwa proses pemulihan terkendala cuaca yang berdampak terhadap jaringan transmisi serta unit pembangkit yang sebelumnya sudah kembali beroperasi.

Hingga Senin malam, pemerintah menyebut sejumlah pembangkit dan gardu induk di kawasan sekitar Havana telah kembali memperoleh aliran listrik. Meski demikian, sebagian besar wilayah Kuba masih belum mendapatkan pasokan listrik secara normal.

Jurnalis televisi pemerintah, Lázaro Manuel Alonso, mengatakan gangguan kembali terjadi saat proses pemulihan jaringan belum selesai. "Terjadi fluktuasi yang menyebabkan sistem kembali kolaps," ujarnya.

UNE kemudian menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang buruk mengganggu jaringan transmisi ketika pasokan listrik sedang dipulihkan.

Baca Juga: Kuba Terima Bantuan Beras dari China di Tengah Embargo AS

"Selama proses pemulihan Sistem Kelistrikan Nasional, kondisi cuaca yang terjadi menyebabkan gangguan pada jaringan, yang secara langsung mempengaruhi unit-unit pembangkit yang telah beroperasi," kata UNE dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah.

Pada Senin malam, pemerintah menyatakan empat unit pembangkit di Energas Jaruco telah kembali bekerja. Sejumlah gardu induk di sekitar Havana juga kembali mendapat aliran listrik sebagai bagian dari tahapan pemulihan jaringan nasional.

Warga Memilih Tidur di Malecón untuk Hindari Panas

Krisis listrik membuat sebagian warga Havana memilih menghabiskan malam di kawasan Malecón, tanggul laut yang terkenal di kota tersebut. Mereka mencari udara yang lebih sejuk di tepi laut untuk mengatasi suhu musim panas yang tinggi akibat tidak adanya listrik.

Alexey Ríos García, seorang pekerja konstruksi berusia 30 tahun, mengatakan dirinya terbangun bukan di tempat tidur, melainkan di atas beton Malecón. Ia memilih tidur di luar rumah dengan memanfaatkan angin laut untuk mengurangi rasa panas.

"Keadaan hanya semakin buruk. Besok sistem akan ambruk lagi… dan kami akan kembali tidur di Malecón," katanya sambil menjadikan sepotong busa berwarna kuning sebagai alas kepala.

Guru pendidikan jasmani Elaine Delis Ramos juga memilih bermalam di tepi laut bersama keluarganya.

"Setiap kali kami mulai berharap jaringan listrik tidak akan ambruk lagi, ternyata itu terjadi lagi. Kami tidak punya solusi," ujarnya.

Selain kawasan Malecón, sebagian warga lainnya memilih tidur di balkon atau beranda rumah agar mendapatkan udara yang lebih baik. Pada Minggu (2/8), temperatur udara mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 80 persen, membuat suhu yang dirasakan tubuh menjadi jauh lebih panas.

Pemadaman Berulang Mengganggu Kehidupan Warga

Kegagalan jaringan listrik terbaru terjadi setelah Kuba menghadapi tiga kali kolapsnya jaringan nasional dalam kurun sembilan hari pada Juli. Sebelumnya, otoritas energi juga mencatat dua kejadian serupa pada Maret, selain berbagai pemadaman listrik parsial yang melanda sejumlah daerah.

Gangguan listrik yang terus berulang berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, aktivitas bisnis, hingga operasional layanan publik di negara yang memiliki populasi sekitar 10 juta orang tersebut.

Di sejumlah daerah, pemadaman bergilir bahkan berlangsung lebih dari 20 jam dalam sehari. Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar dan berbagai kebutuhan pokok.

Masyarakat juga menghadapi kekhawatiran lain, yakni bahan makanan yang disimpan di lemari pendingin berisiko rusak karena listrik terus terputus.

Sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan Kuba turut merasakan dampak krisis tersebut. Sementara itu, keterbatasan bahan bakar menyebabkan layanan transportasi umum di Havana ikut terganggu.

Rumah sakit juga harus mencari cara agar pelayanan tetap berjalan selama pemadaman. Sejumlah fasilitas kesehatan bahkan berupaya memasang panel surya untuk menjaga operasional ketika pasokan listrik terhenti.

Krisis Energi Menjadi Perdebatan Politik

Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amer <b>(Antara)</b> Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amer (Antara)

Krisis listrik yang berulang di Kuba turut memunculkan perbedaan pandangan mengenai faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut.

Pemerintah Kuba menuding sanksi dan pembatasan perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat selama puluhan tahun telah menghambat akses negara terhadap bahan bakar, pendanaan, serta suku cadang yang diperlukan untuk merawat dan memperbaiki sistem kelistrikan.

Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat menilai persoalan listrik di Kuba merupakan gambaran dari kegagalan sistem ekonomi yang dikelola negara.

Associated Press melaporkan bahwa pemadaman nasional pada Minggu (2/8) menjadi yang keenam sejak pemerintahan Presiden Donald Trump secara efektif menghentikan pasokan minyak ke Kuba pada Januari. Kebijakan tersebut dinilai semakin memperberat situasi negara yang sudah lama menghadapi persoalan energi.

Di saat yang sama, sebagian besar pembangkit listrik termal Kuba telah berusia puluhan tahun dan terus mengalami kerusakan. Minimnya pasokan bahan bakar serta masalah pemeliharaan membuat kondisi pembangkit semakin rentan.

Kerusakan yang berulang tersebut membuat jaringan kelistrikan Kuba lebih mudah terganggu dan proses pemulihan menjadi semakin sulit setiap kali terjadi pemadaman besar.

TERKINI

Jaringan Listrik Kuba Kembali Kolaps

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 07:10 WIB

Media Israel Ejek Ancaman Trump ke Iran

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 07:00 WIB

Zelensky Copot Dubes Ukraina untuk AS, Ada Apa?

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:45 WIB

Tentara Rusia Tembak Rekan dan Warga Sipil, 4 Tewas

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:20 WIB

3 Singa di Kebun Binatang Mati Diduga Akibat Gelombang Panas

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 06:15 WIB

Iran Sasar Pusat Data AI di Timur Tengah, Ekonomi AS Tertekan

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 05:50 WIB

Qatar Sebut Negosiasi AS-Iran Makin Maju

Luar Negeri Rabu, 5 Agu 2026 | 05:10 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close