Korut Sarankan Warga Makan Sup Daging Anjing untuk Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 14:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bendera Korea Utara (korut) Bendera Korea Utara (korut) (Istimewa)

Ntvnews.id, Pyongyang - Media pemerintah Korea Utara (Korut) kembali mempromosikan sup daging anjing sebagai salah satu makanan yang disebut dapat membantu masyarakat menghadapi cuaca panas. Rekomendasi tersebut muncul ketika gelombang panas ekstrem melanda sejumlah wilayah negara itu.

Dilansir dari SCMP, Selasa, 4 Agustus 2026, Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh Korea yang berkuasa di Korut, menerbitkan sejumlah saran kesehatan terkait cara menghadapi gelombang panas dalam edisi Minggu, 2 Agustus 2026.

Selain tips menghadapi suhu tinggi, publikasi tersebut juga memberikan panduan pertolongan pertama untuk menangani gangguan kesehatan yang dipicu oleh cuaca panas.

Sejak 27 Juli, Pyongyang mengalami fenomena malam tropis, ketika suhu tidak turun di bawah 25 derajat Celsius sepanjang malam. Pemerintah Korut kemudian memberlakukan "peringatan cuaca panas menyengat" di sejumlah wilayah hingga Minggu, 2 Agustus 2026, dengan suhu maksimum pada siang hari diperkirakan mencapai 33-35 derajat Celsius.

Di sejumlah daerah lain, otoritas Korut juga mengeluarkan "peringatan suhu tinggi". Peringatan tersebut berlaku untuk Pyongyang, Provinsi Pyongan Utara, sebagian Provinsi Jagang, serta beberapa kawasan di wilayah tengah dan selatan. Suhu di daerah-daerah tersebut diperkirakan berada pada kisaran 35-40 derajat Celsius.

Baca Juga: VIDEO: Sopir Truk Ditemukan Tewas di OKU

Dalam wawancara dengan seorang dokter senior Rumah Sakit Umum Pyongyang, Rodong Sinmun mengingatkan bahwa kondisi panas ekstrem dapat memperburuk sejumlah penyakit.

Surat kabar tersebut memperingatkan bahwa "penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertiroidisme bisa semakin memburuk akibat kelelahan karena cuaca panas dan heatstroke".

Untuk membantu tubuh menghadapi suhu panas, warga disarankan mengonsumsi makanan yang dianggap dapat memberikan efek menyejukkan, seperti semangka, kacang hijau, dan mentimun.

Selain itu, Rodong Sinmun juga menyarankan sejumlah "makanan-makanan bergizi tinggi", termasuk sup daging anjing, bubur ikan, dan bubur kacang merah.

Sup daging anjing atau yang dikenal secara lokal sebagai "dangogi guk" telah lama dipromosikan pemerintah Korut sebagai makanan tradisional yang diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan.

Namun, hidangan tersebut bukan makanan yang mudah diperoleh seluruh masyarakat karena harganya relatif mahal. Konsumsinya juga lebih sering dikaitkan dengan periode musim panas.

"Dangogi populer di Korea Utara, tetapi merupakan makanan yang mahal. Makanan ini biasanya dikonsumsi pada hari-hari musim panas yang terik untuk membantu mengatasi kelelahan akibat panas," kata mantan diplomat Korut, Ri Chol, saat berbicara kepada This Week in Asia.

Pemerintah Korut telah mempromosikan dangogi selama puluhan tahun. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan mendirikan restoran khusus yang menyajikan hidangan daging anjing, termasuk sejumlah restoran kelas atas di kawasan Sungai Taedong.

Resep dangogi dari berbagai daerah juga telah didaftarkan sebagai bagian dari warisan budaya. Pemerintah bahkan mengadakan kompetisi memasak tahunan di Pyongyang untuk semakin mengangkat popularitas kuliner tersebut.

Hidangan daging anjing juga kerap diposisikan pemerintah Korut sebagai salah satu makanan tradisional yang dapat dikonsumsi untuk membantu menghadapi panas musim panas.

Kebijakan tersebut sangat berbeda dengan Korea Selatan (Korsel). Pada 2024, negara tersebut mengesahkan undang-undang yang melarang kegiatan penangkaran, penyembelihan, distribusi, serta penjualan anjing untuk konsumsi manusia.

Pelanggar aturan tersebut dapat dikenai hukuman maksimal tiga tahun penjara atau denda hingga 30 juta Won, yang setara sekitar Rp378 juta.

HIGHLIGHT

x|close