Perempuan di Tulungagung Meninggal Usai Keluar dari Wahana Rumah Hantu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 11:23
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi jenazah ilustrasi jenazah (dok)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang perempuan berinisial BNW (39), warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia sesaat setelah keluar dari wahana rumah hantu yang berada di Apollo Supermall Tulungagung. Pasca-kejadian tersebut, polisi menutup sementara wahana untuk kepentingan penyelidikan.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/7). Korban diketahui memasuki wahana rumah hantu sekitar pukul 14.30 WIB.

Beberapa menit kemudian, korban keluar dari wahana bersama pengunjung lainnya dengan berlari karena ketakutan. Setelah keluar, korban sempat duduk di kursi yang berada di dekat pintu keluar wahana.

"Sekitar lima menit kemudian korban keluar dari wahana, kemudian duduk sesaat di kursi di dekat pintu," kata Iptu Nanang, Kamis (30/7).

Tak lama berselang, korban sempat berdiri sebelum akhirnya tiba-tiba terjatuh. Saat terjatuh, kepala korban diduga membentur kursi. Petugas yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan menghubungi pihak kepolisian serta tim medis.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dan tim medis. Dari proses pemeriksaan korban dipastikan sudah meninggal dunia," jelasnya.

Hasil visum luar menunjukkan adanya luka di pelipis kiri serta gigi yang patah. Menurut polisi, luka tersebut diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kejanggalan yang mengarah pada unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat hipertensi.

Baca Juga: Pilot Asing Diduga Jadi Kurir 25 Kg Ekstasi, Polri Beberkan Kronologi Penangkapan

"Kami tidak menemukan adanya kejanggalan atas kematian korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit hipertensi," kata Nanang.

Ia menjelaskan, riwayat hipertensi itu diperoleh dari keterangan ibu kandung korban. Sebelum menunaikan ibadah haji, korban disebut sempat menjalani pemeriksaan kesehatan dan diketahui memiliki tekanan darah tinggi.

Saat berada di Tanah Suci, korban juga dikabarkan beberapa kali mengalami pingsan.

Pamapta Polres Tulungagung, Ipda Hendra, menambahkan bahwa setelah pulang dari ibadah haji, korban kerap mengeluhkan jantung berdebar ketika mendengar suara keras.

"Menurut keterangan ibu kandungnya, saat haji korban pernah pingsan cukup lama. Setelah pulang juga kalau mendengar suara keras, misalnya knalpot atau motor digas, sering merasa berdebar," kata Pamapta Polres Tulungagung Ipda Hendra.

Sementara itu, Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, mengatakan wahana rumah hantu di Apollo Supermall Tulungagung masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan agar proses penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban dapat berjalan dengan lancar.

"Masih kami tutup sementara itu untuk proses penyelidikan," kata Puji.

HIGHLIGHT

x|close