Kementrans Alokasikan Rp226 Miliar untuk Program Transmigrasi Patriot 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 18:42
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) didampingi Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) didampingi Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengalokasikan anggaran sebesar Rp226 miliar atau sekitar 35 persen dari total anggaran kementerian untuk mendukung pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot pada 2026.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk mendorong transformasi kawasan transmigrasi melalui kegiatan riset, pendampingan masyarakat, serta penerapan inovasi yang dilakukan bersama perguruan tinggi.

“Jadi total anggarannya Rp226 miliar atau 35 persen dari anggaran Kementerian Transmigrasi,” kata Iftitah usai pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Sementara itu, sekitar 65 persen anggaran Kementrans dialokasikan untuk program revitalisasi kawasan transmigrasi. Program tersebut mencakup penyelesaian persoalan tumpang tindih lahan, pembangunan akses jalan, hingga peningkatan jaringan kelistrikan.

Baca JugaKementrans Siapkan Tim Ekspedisi Patriot untuk Bangun Pusat Ekonomi Baru

Menurut Iftitah, pembagian anggaran tersebut mencerminkan dua fokus utama Kementrans, yakni menyelesaikan berbagai persoalan lama melalui revitalisasi dan membangun potensi ekonomi baru lewat transformasi kawasan.

“Sekitar 65 persen kami berikan untuk revitalisasi. Sebanyak 35 persen adalah transformasi, dan itulah dalam bentuk Transmigrasi Patriot,” ujarnya.

Ia menjelaskan setiap tim peserta dapat memperoleh insentif hingga Rp200 juta untuk menjalankan program sesuai kebutuhan dan potensi di lokasi penugasan masing-masing.

Batas maksimal bantuan itu ditetapkan agar proses penyaluran lebih cepat tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas. Skema tersebut telah disusun melalui konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Keuangan.

Baca JugaKementrans Dorong Lahirnya Ribuan Pusat Ekonomi Baru di Seluruh Indonesia

“Karena supaya akuntabel, sifat bantuannya, insentifnya per tim itu tidak lebih dari Rp200 juta,” ungkap dia.

Iftitah menambahkan, beberapa tim yang ditempatkan di kawasan yang sama dapat berkolaborasi sehingga total nilai intervensi yang diterima kawasan tersebut dapat mencapai miliaran rupiah.

Meski demikian, ia menegaskan pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, Kementrans mendorong penyusunan skema pembiayaan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, serta investasi swasta.

Menurut dia, kawasan transmigrasi telah memiliki modal dasar berupa lahan dan tenaga kerja. Namun, kawasan tersebut masih membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, akses permodalan, serta kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat.

“Kekuatan transmigrasi adalah memiliki lahan dan tenaga kerja. Tinggal kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal usaha, serta offtaker,” ucapnya.

Iftitah menilai kemampuan memetakan komoditas unggulan, rantai pasok, calon investor, hingga pasar menjadi faktor penting agar hasil kajian Tim Ekspedisi Patriot dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Ia berharap para peserta tidak hanya menghasilkan laporan, tetapi juga mampu menjembatani potensi kawasan dengan sumber pembiayaan dan mitra usaha yang sesuai.

Program Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan 1.476 peserta yang akan bertugas selama empat bulan di 53 kawasan transmigrasi. Mereka akan melakukan riset, pemetaan potensi, sekaligus mendampingi masyarakat di wilayah penugasan.

(Sumber: Antara)

x|close