Megawati Terima Kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many, Bahas Pancasila hingga Hubungan Historis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 20:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat (Antara)

Ntvnews.id, JakartaPresiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Hun Many menyampaikan ketertarikannya terhadap ideologi Pancasila. Ia berharap dapat mempelajari bagaimana Indonesia mampu menjaga sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

"Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia," kata Hun Many dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Megawati membagikan lembaran berisi lima sila Pancasila kepada delegasi Kamboja. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya kerap memperkenalkan Pancasila dalam berbagai forum internasional.

Baca Juga: Megawati Tabur Bunga di Monumen Kudatuli, Kenang Peristiwa 27 Juli 1996

"Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan saya memperkenalkan ideologi Pancasila, termasuk di Forum Zayed Award di Abu Dhabi," tutur Megawati.

Selanjutnya, Megawati memaparkan secara lebih mendalam mengenai makna dan penerapan ideologi Pancasila. Hun Many beserta rombongan tampak menyimak penjelasan tersebut dengan penuh perhatian.

Dalam suasana yang hangat, Megawati juga mengenang hubungannya dengan Kamboja. Ia menceritakan pengalamannya saat bertemu Raja Norodom Sihanouk dan Perdana Menteri Kamboja kala itu, Hun Sen, yang merupakan ayah Hun Many.

"Saya sedih setiap kali teringat Kamboja karena begitu banyak penderitaan masyarakat Kamboja di masa Pemerintahan Khmer Merah," ujar Megawati.

Hun Many kemudian menyampaikan bahwa pada masa Pemerintahan Khmer Merah sekitar tiga juta orang meninggal dunia.

Baca juga: Megawati Terima Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste

Pada kesempatan yang sama, Hun Many turut mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam membantu mengakhiri perang saudara di Kamboja. Menurutnya, peran tersebut dimulai melalui Jakarta Informal Meeting (JIM) I pada Juli 1988, dilanjutkan JIM II pada Februari 1989, hingga akhirnya menghasilkan Perjanjian Perdamaian Paris pada 1991. Saat itu, rangkaian pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas.

Megawati juga mengungkapkan bahwa sudah cukup lama dirinya tidak bertemu dengan Hun Sen. Berdasarkan catatan, pertemuan terakhir berlangsung pada Desember 2010 ketika Megawati menerima Lifetime Achievement Award dari International Conference on Asian Political Parties yang diserahkan langsung oleh Hun Sen sebagai tuan rumah.

"Pertemuan kali ini bukanlah sekedar pertemuan biasa saja, pertemuan ini menimbulkan ingatan akan pertemuan yang sudah terjalin selama ini yang penuh rasa kekeluargaan," ujar Megawati.

Dalam perbincangan itu, Megawati sempat menanyakan usia Hun Sen saat ini.

Baca Juga: Indonesia Urutan Ketiga Grup A Piala AFF 2026 Usai Kalahkan Kamboja

"Beliau pada 5 Agustus mendatang berumur 74 tahun," jawab Hun Many.

"Oh lebih muda dari saya. Saya tahun depan 80 tahun. Senang sekali bisa bertemu dengan Deputi PM Kamboja," ujar Megawati sambil tersenyum.

Menutup pertemuan, Hun Many berjanji akan menyampaikan seluruh isi pembicaraan beserta salam hangat dari Megawati kepada ayahnya, Hun Sen.

Hun Many hadir bersama Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang beserta rombongan. Sementara itu, Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Puti Guntur Soekarno, anggota DPR RI Hendra Rahtomo, serta Dewan Pakar Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Darmansjah Djumala.

(Sumber: Antara)

x|close