Polisi Akan Lakukan Tes Kejiwaan Terhadap Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 20:55
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Pelaksana tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech (baju hitam) memberikan keterangan terkait peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026. Pelaksana tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech (baju hitam) memberikan keterangan terkait peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap MY (34), terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mental yang bersangkutan.

"Iya betul, kami akan melakukan tes kejiwaan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026.

Alpino menjelaskan, hingga saat ini MY masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Status hukumnya pun masih sebagai saksi.

"Sampai saat ini masih saksi, nanti kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya," ucapnya.

Ia menerangkan, pelaku diamankan seorang diri tanpa melakukan perlawanan. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Alpino mengatakan Polres Metro Jakarta Selatan berupaya merespons cepat setiap laporan yang diterima. Saat insiden terjadi, petugas juga segera mengambil langkah dengan mengimbau para siswa untuk kembali ke rumah demi alasan keamanan.

Selain itu, tim penjinak bom (Jibom) Gegana telah melakukan penyisiran di area sekolah untuk memastikan tidak terdapat bahan peledak. Sementara itu, Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya dijadwalkan memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa.

"Besok dari Direktorat PPA PPO akan hadir ke sekolah untuk melakukan trauma healing terhadap anak-anak kita," kata Alpino.

Sebelumnya, polisi menerima laporan dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Laporan tersebut masuk sekitar pukul 07.30 WIB ketika siswa dan para guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS.

Ancaman bermula dari pesan pribadi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian.

Menerima laporan tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran untuk memastikan situasi aman.

(Sumber: Antara)

x|close