Kata Pramono Soal Ada Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 16:36
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara soal dugaan adanya ancaman bom yang sempat menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026.

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung berkoordinasi dengan seluruh jajaran terkait begitu menerima informasi mengenai ancaman tersebut.

"Kebetulan saya tadi sudah berkomunikasi dengan seluruh jajaran yang ada di Balai Kota. Memang betul di SD Negeri 15 Srengseng Sawah Jakarta Selatan ada yang melakukan ancaman. Tetapi ketika dilakukan pengecekan kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana, ternyata tidak ada seperti yang disampaikan," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Pramono kemudian menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mengusut tuntas pelaku yang diduga menyebarkan teror tersebut.

Menurutnya, tindakan semacam itu tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah serta mengganggu proses pendidikan.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pembelajaran dilakukan secara daring atau meliburkan sekolah, Pramono memastikan aktivitas belajar mengajar tetap dilaksanakan seperti biasa.

Ia menegaskan keputusan tersebut diambil setelah Tim Gegana Brimob dan Densus 88 menyatakan kondisi sekolah aman.

Pramono mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

"Jadi jangan kemudian karena ini hari pertama ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takut. Tapi kita tetap waspada untuk itu," tegasnya.

Polisi Tangkap Pelaku 

Terbaru, polisi berhasil menangkap pelaku ancaman bom tersebut. Seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pelaku telah berhasil diamankan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pelaku ditangkap tidak lama setelah penyelidikan dilakukan.

"Untuk pelaku, satu orang, inisial MY, beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, itu sudah diamankan," katanya kepada wartawan, Senin, 13 Juli 2026.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Polisi masih mendalami motif serta tujuan di balik aksi teror tersebut.

x|close