Ntvnews.id, Jakarta - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa mulai menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur di Jerman. Suhu udara yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dilaporkan menyebabkan aspal di sejumlah wilayah meleleh hingga mengganggu operasional transportasi publik.
Layanan cuaca Jerman (DWD) mencatat suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di wilayah Brandenburg bagian timur pada Minggu (28/6) sore waktu setempat. Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara itu.
Catatan suhu ekstrem tersebut berasal dari stasiun pemantau cuaca di Coschen, kawasan yang berada tidak jauh dari perbatasan Polandia.
Rekor baru itu melampaui capaian sehari sebelumnya ketika suhu mencapai 41,5 derajat Celsius di Drewitz pada Sabtu (27/6).
Tidak hanya siang hari yang mencetak rekor panas. DWD juga melaporkan malam menuju Minggu menjadi malam terhangat sejak pencatatan cuaca resmi dilakukan hampir 150 tahun lalu. Suhu malam hari di Kubschuetz, Saxony, tercatat masih berada di level 29,4 derajat Celsius.
Kondisi cuaca yang sangat panas tersebut mulai berdampak pada fasilitas transportasi. Pemerintah Kota Leipzig memutuskan menghentikan sementara operasional trem setelah ditemukan gangguan pada jalur rel dan sejumlah komponen pendukungnya.
Laporan media lokal menyebut suhu tinggi telah memengaruhi kondisi aspal dan material bitumen di sekitar lintasan trem. Demi alasan keselamatan, otoritas transportasi setempat menangguhkan layanan hingga seluruh pemeriksaan teknis selesai dilakukan.
Bahkan, sejumlah laporan menyebut lapisan aspal di atas jalur trem di Leipzig mengalami pelelehan akibat suhu yang terus meningkat.
Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana gelombang panas ekstrem tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai mengancam ketahanan infrastruktur perkotaan. Saat suhu mencapai level yang tidak biasa, material jalan dan fasilitas transportasi berisiko mengalami deformasi yang dapat mengganggu mobilitas warga.
Jerman sendiri menjadi salah satu negara yang terdampak gelombang panas yang saat ini menyelimuti sejumlah wilayah Eropa. Otoritas setempat terus memantau perkembangan cuaca dan dampaknya terhadap layanan publik serta keselamatan masyarakat.
Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)