Ntvnews.id, Paris - Prancis mencatat malam terpanas dalam sejarah modern ketika suhu udara dari Senin, 22 Juni 2026 hingga Selasa, 23 Juni 2026 waktu setempat mencapai rekor tertinggi sejak pencatatan resmi dimulai pada 1947. Di tengah cuaca ekstrem tersebut, sedikitnya 40 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tenggelam yang terjadi sejak 18 Juni.
DIlansir dari AFP, Rabu, 24 Juni 2026, Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban merupakan kalangan muda yang berusaha mencari cara untuk mengatasi suhu panas dengan berenang.
Gelombang panas yang melanda Prancis sejak pekan lalu telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Selain memaksa sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar, cuaca ekstrem juga menyebabkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api di berbagai wilayah.
Menanggapi situasi tersebut, Lecornu menggelar rapat darurat bersama para menteri untuk membahas dampak gelombang panas yang terus meluas.
Dalam pertemuan itu, ia menggambarkan tingginya angka kematian yang berkaitan dengan cuaca panas sebagai "bencana tragis".
"Angka terbaru yang dilaporkan kepada kami adalah 40 kematian sejak 18 Juni, sebagian besar di kalangan anak muda," kata Lecornu dalam rapat darurat tersebut.
"Mereka merupakan korban pertama dari krisis yang kita hadapi," sebutnya.
Baca Juga: Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Capai 81.000 Hektare akibat Cuaca Panas dan El Nino
Sementara itu, Menteri Olahraga dan Pemuda Prancis, Marina Ferrari, menyebut sedikitnya 20 orang meninggal akibat tenggelam sejak akhir pekan lalu. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi prosedur keselamatan ketika berenang untuk menghindari risiko kecelakaan di tengah suhu tinggi.
Menurut laporan terbaru dari Meteo-France, malam antara Senin dan Selasa menjadi malam terpanas yang pernah tercatat di negara tersebut.
Data sementara yang dirilis pada Selasa pagi menunjukkan indikator suhu nasional, yang dihitung berdasarkan rata-rata pengukuran dari 30 stasiun cuaca di seluruh Prancis, mencapai 21,6 derajat Celsius.
Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 21,4 derajat Celsius yang tercatat pada 25 Juli 2019.
Fenomena gelombang panas yang melanda Prancis menjadi bagian dari cuaca ekstrem yang juga terjadi di sejumlah wilayah Eropa. Para ahli memperingatkan bahwa suhu tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, sekaligus memicu lebih banyak insiden kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas di perairan.
Pemerintah Prancis terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya serta mengikuti petunjuk keselamatan guna mengurangi dampak buruk dari gelombang panas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) (Pixabay )